Kenangan Yang Tersisa Dari Ayah - livejournalofasad.com

Thursday, June 02, 2016

Kenangan Yang Tersisa Dari Ayah


Hemmm, aku menghela nafas panjang didalam kamar hotel yang cukup mewah ini. Hari ini aku berada jauh dari kampung halamanku jauh dari keluargaku. Sekilas tidak ada yang kurang disini semua kebutuhan bisa terpenuhi, namun entah mengapa seperti ada yang hilang dan tenggelam dalam kenangan, aku bergerak dalam imaji tiba-tiba semua kenangan masa kecilku terasa perlahan masuk ke dalam tiap pori-pori tubuh ini, yap tepat hari ini 4 tahun sudah berlalu aku kehilangan seseorang yang begitu sangat berarti buat hidupku, sosok seseorang yang selalu menyemangatiku dikala aku bimbang, dikala aku ragu, dikala aku takut, Ayahhhh.

Semua kenangan masa kecilku serasa begitu mengganggu otak ini, seperti aku masuk kedalamnya, terasa begitu hangat dan damai saat tubuh mungil ini dipeluk olehnya, Ayah...Tak terasa tetesan air mata pun bergulir perlahan, tidak semua air mata itu jahat.

                                            "Kenangan Yang Tersisa Dari Ayah"

Aku ingin bercerita tentangmu Ayah...

Tentang panas terik yang mengiringi kepergianmu Ayah...

Tentang hujan gerimis yang membasahi pilar nisanmu Ayah...

Tentang kasih sayang yang kau berikan Ayah...

Yang takkan habis tergores oleh zaman yang 
kian membelenggu jiwa ini Ayah...


Kukan slalu mengenangmu Ayah...



Bukan hendak menggugat takdir kematianmu Ayah...


Ataupun menghujat sang pemilik maut Ayah...

Kepergiamu adalah pelajaran tanpa kamus dan perenungan panjang untuk dipahami Ayah...

Tuk wujudkan syukur dan menghargai setiap kasih sayang dan pengorbananmu Ayah...

Hidup terus berlanjut Ayah...

Ku berjanji padamu Ayah...

Tuk melanjutkan skenario hidup ini yang semakin terasa berat Ayah...

seandainya aku diberi kesempatan skali lagi tuk bertemu
 denganmu Ayah...

Aku hanya ingin mengatakan Betapa Aku Menyayangimu Ayah...


Kota Jakarta Malam Ini








Hotel Mercure, Ancol 02 Juni 2016

08.42 PM




9 comments:

Chairudin Lukman said...

Al-Fatiha buat ayahnya asad...

Agus Saputra Asad said...

Aminn Ya Rabb.... Trimsss Chai Luqman @chai-capcay.com

Eka Handa said...

Ga terasa waktu cepat berlalu, semoga beliau mendapatkan tempat terbaik disana.

Agus Saputra Asad said...

Aminnnnnn, Makasihhhh @Ekaaaa

Lina W. Sasmita said...

Semoga beliau diberi kelapangan dalam kuburnya. Hanya anak yang soleh yang dapat mengangkat derajat seseorang di dalam kubur. Melapangkan kubur dan membuatnya ditemani oleh seseorang yang berparas baik. Oleh sebab itu, jadilah anak soleh yang berbakti. Doakan selalu agar beliau ditinggikan derajatnya di alam sana.

Agus Saputra Asad said...

Aminnnnn Aminnnn Ya Rabb , Terima kasih teh @Lina, semoga sy bisa menjadi anak sholeh itu teh

Agus Saputra Asad said...

Aminnnn Aminnnn, makasih @Ira, langkahseribu.com

Babang Travengler said...

Baca ini Babang jadi keinget almarhumah ibu, gak ada hadiah yang lebih baik untuk orang tua yang telah pergi selain doa dari anak yang saleh

Agus Saputra Asad said...

@Babang Travengler Alfatihah buat ibunya babang travengler