livejournalofasad.com: Singapore
Showing posts with label Singapore. Show all posts
Showing posts with label Singapore. Show all posts

Tuesday, August 09, 2022

Cara Naik Bus Langsung dari Singapore ke Kuala Lumpur Malaysia

August 09, 2022 51
Cara Naik Bus Langsung dari Singapore ke Kuala Lumpur Malaysia

Bus Singapore - Kuala Lumpur Malaysia


Alhamdulillah, pandemi perlahan berlalu, dunia mulai pulih dan bisa bebas kembali bepergian untuk Travelling.

Baiklah, kita lanjutkan tulisan ini ya, sudah lama sekali tampaknya tidak menulis, banyak faktor sih yang buat males nulis haha, tapi ya sudahlah next time aja dijelaskan, nah jadi kali ini aku cuma mau nulis tentang pengalaman atau bagaimana sih cara Naik Bus dari Singapore menuju ke Kuala Lumpur Malaysia. Ini juga pertama kali sih aku naik Bus Direct, dari Singapore Ke Malaysia jadi awalnya aku mencari info di Google tentang pengalaman orang-orang tapi infonya minim sih jadi makanya ini tergerak hati buat nulis, supaya bisa jadi Referensi dan Informasi.


Jadi aku berniat naik Bus Langsung dari Singapore menuju ke Kuala Lumpur, jadi aku naiknya itu dari Golden Mile Complex di Singapore, lokasinya daerah Beach Road, di pusat kota juga sih. Jadi Golden Mile Complex ini bukan semacam Terminal Bus gitu ya, dia semacam kompleks mall gitu, ada apartement dan hotel juga, nah untuk keberangkatan kita bisa datang ke deretan toko-toko di Lantai Dasar dari Mall Golden Mile Complex ini ya, disini terdapat beberapa toko atau kios yang menjual tiket ke beberapa tujuan ke Malaysia, salah satunya ke Kuala Lumpur. Cara memesan tiketnya bisa langsung datang kesini atau bisa juga pesan online di Easybook.com, buat kalian yang punya jadwal pasti sebaiknya pesan online aja sih, harganya juga sama aja pesan online atau di kios, keuntungan pesan online juga kita bisa pilih kursi duluan dan tidak takut kehabisan tiket, tapi karna aku punya jadwal yang random jadinya sengaja emang beli tiket langsung di  Kiosnya saja.


Harga Tiket Bus dari Singapore ke Kuala Lumpur berbeda-beda ya, tergantung operator Busnya, tapi yang paling rendah sih 25 SGD atau kalau dirupiahkan kurs saat ini jadinya sekitar 267 rb, tapi jangan heran tiket sebaliknya dari Kuala Lumpur Ke Singapore cuma sekitar 170 rb, namanya juga Singapore biaya hidup lebih tinggi. Selain di harga 25 SGD ada juga tiket bus yang harganya 30 SGD dan 35 SGD tergantung jam keberangkatan dan operator busnya. Jadwal Busnya juga sangat banyak mulai dari bus pertama jam 02.00 pagi, hingga bus terakhir jam 11.59 malam.


Salah Satu Konter Penjualan Tiket Bus di Golden Mile Complex

Nah setelah beli tiket bus tidak berapa lama kemudian busnya datang, busnya besar dan kursinya juga cukup nyaman koq untuk perjalanan yang diperkiran kurang lebih 5 jam 30 menit, sekitar 45 menit perjalanan kita akan tiba di Imigrasi Singapore perbatasan ke Johor. For Your Information, Singapore dan Malaysia punya 2 jembatan perbatasan yang menghubungkan mereka untuk keluar masuk, yang saat ini akan kita lewati yaitu perbatasan imigrasi Tuas Checkpoint. Disini kita turun dari bus dan membawa barang-barang bawaan untuk melalui Imigrasi Check, tapi saat ini Singapore sudah sangat modern, untuk keluar perbatasan mereka sudah menyediakan mesin check otomatis jadi bisa lebih cepat prosesnya, cukup scan pasport, kemudian photo di kamera otomatis, mencocokkan data dan plang otomatis terbuka dan kita bisa melanjutkan perjalanan, sangat mudah prosesnya. Setelah itu bus sudah menunggu kita untuk kembali melanjutkan perjalanan, sekitar 5 menit saja melewati jembatan kita sudah sampai di Malaysia dan turun kembali di Kompleks Sultan Abubakar Immigration and Customs. Setelah selesai proses Imigrasi dan Cek Barang, Kita kembali menaiki Bus dan melanjutkan perjalanan menuju ke Kuala Lumpur. 

 

Suasana Dalam Bus

Bus malam memang asik untuk menghemat sih karna bisa kita habiskan waktu untuk tidur atau rebahan saja, buat yang pengen pipis jangan kawatir karna bus akan berhenti sekali di Rest Area, itu sekitar setelah 2 jam perjalanan. Tidak terasa 5 jam lebih perjalanan telah aku lewati dan akhirnya tiba di TBS alias Terminal Bersepadu Selatan di Kuala Lumpur, ini merupakan terminal utama di Kuala Lumpur.

 

Terminal Bersepadu Selatan di Kuala Lumpur


Oke See You.

www.livejournalofasad.com

Tuesday, July 17, 2018

CUBE Boutique Capsule Hotels Kampong Glam Singapore

July 17, 2018 73
CUBE Boutique Capsule Hotels Kampong Glam Singapore
CUBE Boutique Capsule Hotels Singapore
Hello guys there is a new lodging option again in Kampong Glam Singapore which could be the right choice. With the concept of a very comfortable capsule hotel and also located in a strategic location that is in the Kampong Glam Singapore. Under its signature CUBE brand, CUBE Boutique Capsule Hotel at Kampong Glam, is part of the expanding portfolio of hospitality real estate in Asia helmed by RB Hospitality.  Its location in the Kampong Glam Heritage Trail underscores the group’s premise for affordable, restored heritage accommodation located in popular conservation and cultural enclaves targeted at a new group of  digitally-inclined, discerning travellers.

Cube Boutique
Following the successful launch of its first capsule hotel in Chinatown in 2016, CUBE Boutique Capsule Hotel at Kampong Glam offers another 56 beds - a mix of singles and queens- each in its own cozy capsule.  Measuring 6 ft x 3 ft x 4ft for a single and 6 ft x 5 ft x 4 ft for a queen with plush mattresses and linen, each capsule is well designed to moderate its own temperature and air-flow; and solidly insulated to reduce ambient noise for a comfortable rest. Each unit is equipped with a universal electrical outlet, safe, mirror/vanity area, bedside light, a small space for hanging garments and a locker drawer with digital security for personal storage. Named after the neighbouring streets, room configurations vary between two and 18 capsules. For an extra level of security and privacy, female travellers can choose to stay in the women-only rooms. The rooms are pleasantly shaded in soothing pine tones and sturdily sound proofed against the lively sounds of the vicinity. The bathrooms are spacious with standing showers, hairdryer and bath toiletries. Guests are provided with a dental kit, slippers and one towel, upon check-in and this is exchangeable daily. A washing machine with complimentary detergent is also available for guests while work desks are also provided for guests’ use.

Besides complimentary Wi-Fi, guests can also enjoy a daily breakfast showcasing local flavours in a relaxed communal dining area. Flanked by Yasu Japanese Grill and a host of food & beverage outlets including halal options, guests are spoilt for choice. Guests can also log onto the Dining Butler, a smartphone tech solution for food orders and delivery. Alfresco seats in the front provide a view of the colourful surrounds of Kampong Glam. Also located in the same lobby is the Singapore Visitor Centre offering tours to popular Singapore locations. Friendly and knowledgeable reception staff in smart uniforms are on hard to offer 24/7 service including insider tips on authentic local experiences.
  
Queen Capsule

Single Capsule
“Kampong Glam is chosen for its vibrancy, charm and rich heritage culture. In addition to the Sultan Mosque and the Malay Heritage Centre, there are a number of shops, cafes, restaurants and other bustling sites such as the hip Haji Lane. The  Bugis MRT Station is only a 5-minute walk away.” explained Sonia Anya Tay, Chief Operating Officer and Co-Founder.

CUBE Boutique Capsule Hotels are aimed squarely at savvy, sociable travellers, yearning for out of the ordinary accommodation in distinctive locales with  immersive cultural experiences.  CUBE has also attracted business travelers who appreciate the conveniences of capsule accommodation without burning a hole in their pockets.  By keeping the most essential hotel features such as daily housekeeping, 24-hour concierge, airport pickups, free Wi-Fi and breakfast, along with tech touches, the CUBE Hotel experience has endeared itself to such visitors without compromising on comfort. Guests can still indulge in a hotel stay, while relishing the cost savings that come with a capsule experience. Each capsule stay can range between S$50 and S$120 per night.

“Our guests are typically 18-35 years old global explorers including founders of new generation businesses and special interest groups. The positive interest shown in our properties has inspired us to create a new CUBE Capsule concept which we aim to open before the end of this year. This is very much in line with our vision to grow the number of CUBE Boutique Capsule Hotels to eight in Singapore in the next few years” added Ms. Tay.  

Since the launch of the CUBE brand, the group was awarded the TripAdvisor Certificate of Excellence for the Chinatown property as well as the ISO 9001:2015 certification in Project Management of Hotel Construction & Renovation and Provision of Hospitality Services.


CUBE Boutique Capsule Hotels Singapore
54, 55, 56 Bussorah Street, Kampong Glam, Bugis, Singapore, Singapore, 199471
Phone : +65 6291 1696
Mail : reservationkg@cubestay.sg


Wednesday, June 22, 2011

Antara Expo dan Changi International Airport

June 22, 2011 7
Antara Expo dan Changi International Airport
            Dan kereta pun melaju dengan kekuatan nya yang luar biasa, hatiku pun semakin deg - deg an dibuatnya, sudah tidak sabar menyaksikan yang dinamakan SINGAPORE EXPO yang mana, biasanya di tempat itu selalu diadakan perhelatan dan pameran akbar kelas dunia, baik itu pameran teknologi maupun kebudayaan. Ada yang sedikit berbeda saat menikmati MRT menuju Singapore Expo, yaitu kereta tidak selalu berjalan diatas relnya yang berada dibawah tanah, kali ini kereta naik ke permukaan dan menunjukkan wajah aslinya pada dunia, wah aku jadi semakin senang, karena dengan begini aku dapat menyaksikan pemandangan yang begitu megah sepanjang perjalanan, akhirnya setelah melewati beberapa halte, akhirnya tibalah aku di singapore expo,
                                                                Singapore Expo

             Dengan langkah yang begitu mantap, aku dan temanku langsung menuju petunjuk yang mengarah kepada sebuah bangunan besar namun setelah sampai dibangunan itu kami sedikit kecewa, karena, karena gedung seluas itu kosong, ternyata tidak ada kegiatan apa-apa saat itu, ternyata aku datang tidak pada waktu yang tepat, akhirnya hanya muter-muter dan take photo - photo narsis aja hehe.

Setelah keliling - keliling akhirnya kami memutuskan melanjutkan perjalanan yaitu changi internasional airport, bandara kebanggaannya negara Singapore dan merupakan
“Bandara Terbaik di Dunia tahun 2010 dalam survei Skytrax World Airport”. Wow luar biasa, bravo to Singapore. Hanya beberapa menit saja yang dibutuhkan kereta yang membawa kami dari singapore expo ke changi,

                                                       Changi International Airport

Ya karena notabene nya jaraknya memang dekat. Dan Shelter changi merupakan tujuan terakhir dari jalur MRT untuk jalur ini.
            Dengan riang dan gembira kami menelusuri setiap sudut bandara, yang begitu megah itu, dan photo-photo narcis pun tak lupa kami abadikan, sungguh pengalaman yang luar biasa.

Tuesday, March 22, 2011

Mimpi Yang Terbeli (Travelling to Singapore)

March 22, 2011 6
Mimpi Yang Terbeli (Travelling to Singapore)

Singapura, tiba - tiba terlintas kembali dipikiranku, karena membaca catatan temenku di facebook yang baru saja mengunjungi dan mengelilingi negara itu, dan naluri berpetualang ku pun kembali diuji, rasanya asik sekali bisa mengunjungi sebuah negara yang sangat maju, yang menawarkan berbagai kemewahan dan kemegahan, serta hiburan yang tiada habisnya.

Yah sekilas aku akan menjelaskan tentang negara tersebut yang sedikit banyak aku ketahui baik dari majalah, televisi, ataupun internet. Sebenarnya Singapura atau mengunjungi singapura bukanlah suatu hal yang sangat langka bagi masyarakat dikota tempat tinggalku, karena notabene nya masyarakat dikotaku juga banyak warga negara singapura yang berbisnis ataupun sekedar liburan mengunjungi sanak saudara, karena dahulu sekitar abad ke 14, pulau Singapura merupakan sebagian dari kerajaan Sriwijaya dan dikenal sebagai Temasek, sehingga saat terpecah belah menjadi masing-masing negara, merekapun terpisahkan oleh batas Negara, padahal jarak antara kedua nya pun sangat dekat sekali.

        
Saat naluri berpetualangku muncul, maka aku bisa menjadi sangat kreatif dan aktif, lalu mulailah aku kembali menelusuri dan mencari berbagai macam informasi tentang Negara itu, mulai dari transportasinya, makanannya, suku dan kebiasaan nya serta yang pasti tempat-tempat hiburan yang harus aku kunjungi.

Segala persiapan aku lakukan, dari mulai berburu tiket ferry yang promo, dan kebetulan saat itu ada salah satu perusahaan pelayaran kapal ferry yang baru launching dan menawarkan tiket promo, yang ditawarkan hanya S$10 untuk tiket PP..wow fantastis, aku langsung sangat bersemangat dan sangat tertarik untuk segera mewujudkan mimpi-mimpi itu, lalu satu hal yang hampir aku lupakan, yaitu teman….ya aku tentu harus mempunyai teman perjalanan yang akan menemaniku nanti, karena aku akan mengunjungi sebuah daerah yang sangat asing bagiku, mulai dari bahasanya, tutur kata, tingkah laku, budaya, dan lain sebagainya, karena singapura dapat disebut sebagai Negara pendatang, maka tidak heran berbagai macam suku bangsa dari belahan dunia ada di situ, luar biasa rasanya aku bisa berinteraksi dan mengenal mereka secara langsung, rasanya sudah tidak sabar lagi ingin segera menginjakkan kaki disana.

Setelah mencari dan mengajak teman-temanku untuk bersama-sama mengunjungi Negara tersebut, akhirnya aku menemukan seorang teman yang mau dan tertarik untuk kesana juga, maka rasanya mimpi itu sudah dekat sekali, dan akupun sudah sangat tidak sabar lagi, ahirnya ditentukan lah waktu keberangkatan yang kami sepakati, dan booking hostel pun sudah aku lakukan dengan system online namun juga masih menunggu konfirmasi selanjutnya, aku tetap menunggu dengan sabar.

Semuanya telah aku rencanakan jauh-jauh hari.
Namun siang itu tiba-tiba saja aku mendapat kabar bahwa partnerku yang akan menemankui ke negeri seberang membatalkan niatnyan hm aku menarik nafas panjang.

                 Untuk sesaat aku merasa shock dan kecewa sekali, ya walaupun sebenarnya dia telah berkonsultasi padaku, namun aku memberikan saran untuk tidak memaksakan diri, karena di pikir-pikir buat apa kalau berlibur namun diri kita tidak gembira ya kan...untuk sesaat aku agak bingung dan takut, akankah impianku yg telah sejak lama aku rencanakan akan aku tunda kembali. Akhirnya aku berkonsultasi dengan temanku yang sudah pernah melakukun perjalanan kesana sebelumnya, dan yang membuatku kaget, dia juga pernah mengalami kejadian seperti yg aku alami, namun beruntungnya dia masih punya seorang teman lagi untuk melanjutkan rencananya, karena sejak awal mereka berencana bertiga.

Setelah bercerita panjang lebar lalu temanku berkata sesuatu yg sangat mengejutkan dan kembali membangkitkan semangatku, dia berkata apapun yg terjadi 'show must go on'. Lalu gairahku kembali, dan aku memutuskan utuk berangkat seorang diri kesana, toh banyak koq backpackers2 dunia yg memang melakukan perjalanan seorang diri...

Aku lalu segera browsing mengutak-atik emailku utuk kembali mencari penginapan dan mengkonfirmasinya untuk bemalam di negri singa itu.. Detik demi detik berlalu, menit berganti dan waktu terus bergulir tanpa terasa jam demi jam pun tlah terlewati dan semakin mendekati hari perjalananku yg pertama kalinya keluar negri.

Namun setelah berkonsultasi kembali dgn temanku akhirnya dikarenakan sedikit keraguan dan ketakutanku akhirnya aku memutuskan untuk perjalanan ke negri seberang untuk yg pertama ini aku membawa serta temanku ini sebagai petunjuk jalan serta menemaniku, namun tentu harus ada sedikit pengorbanan untuk itu hehe, ya skalian reunianlah, karena dia adalah teman masa-masa STM ku dulu, ya itu berarti masa-masa 6 - 8 thn yg lalu, sekilas masa-masa itu terngiang diingatanku dan aku merasa dekat sekali, dan seperti baru berlalu kemarin.....

Akhirnya hari ‘H’ pun tlah tiba, Pagi itu akupun bangun dan mempersiapkan diri dengan sangat riang gembira, berbeda sekali seperti hari-hari biasanya saat aku akan berangkat untuk bekerja. Temen ku ternyata sudah duluan sampai dan menungguku di pelabuhan ferry.

Singkat cerita akhirnya akupun tiba di Singapura, yah sebuah Negara yang sangat berkesan dan berarti bagiku, proses imigrasipun dapat aku lewati dengan sangat mudah, karena memang wisatawan dari Indonesia bukanlah hal yang asing bagi mereka warga singapura, terlebih yang berasal dari kota ku, Batam.

Karena aku ditemani oleh temanku yang sudah pernah ke negri ini sebelumnya, jadi kami tidak mendapat hambatan yang begitu berarti untuk mencapai tujuan-tujuan yang kami inginkan, yah transportasi di sana pun sangat nyaman dan mudah untuk digunakan, untuk pertama kalinya dalam hidupku aku bisa merasakan naik kereta cepat yang beroperasi di bawah tanah, wow sungguh teknologi yang luar biasa.

Petualangan dimulai….

                Dengan kereta cepat MRT aku mulai menelusuri setiap sudut kota di Negara itu, rasanya sangat luar biasa, bebagai suku bangsa aku temui di dalam kereta itu, dan luar biasanya mesin pembicara otomatis dan papan petunjuk di kereta itu dilakukan dalam 4 bahasa yang berbeda, yaitu Inggris, Melayu, Mandarin serta India, wow sayangnya aku hanya mengerti dalam satu bahasanya saja.
Tujuan pertamaku menelusuri kereta kearah timur dan akhirnya aku menemukan yang dinamakan 

SINGAPORE EXPO

Bersambung…