livejournalofasad.com: Movie Book
Showing posts with label Movie Book. Show all posts
Showing posts with label Movie Book. Show all posts

Friday, August 19, 2011

Supernova Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh

August 19, 2011 2
Supernova Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh

Sepenggal cerita lama dari penggalan kisah karya "Dee" yang kembali muncul diantara lautan luas memory ku

Supernova : " Ksatria, Putri, dan Bintang jatuh"


Ksatria jatuh cinta pada puteri bungsu dari Kerajaan Bidadari.
Sang Puteri naik ke langit.

Ksatria kebingungan.
Ksatria pintar naik kuda dan bermain pedang, tapi tidak tahu caranya terbang.
Ksatria keluar dari kastil untuk belajar terbang pada kupu kupu, tetapi kupu kupu hanya bisa menempatkannya di pucuk pohon.

Ksatria lalu belajar pada burung gereja.
Burung gereja hanya mampu mengajarinya sampai ke atas menara.

Ksatria kemudian berguru pada burung elang.
Burung elang hanya mampu membawanya ke puncak gunung.

Tak ada unggas bersayap yang mampu terbang lebih tinggi lagi.
Ksatria sedih,tapi tak putus asa.
Ksatria memohon pada angin.
Angin mengajarinya mengitari bumi, lebih tinggi dari gunung dan awan.
Namun sang Puteri masih jauh di awang awang, dan tak ada angin yang mampu menusuk langit.
Ksatria sedih dan kali ini ia putus asa.
Sampai satu malam ada Bintang Jatuh yang berhenti mendengar tangis dukanya.
Ia menawari Ksatria untuk mampu melesat secepat cahaya.
melesat lebih cepat dari kilat dan setinggi sejuta langit dijadikan satu.
Namun kalau Ksatria tak mampu mendarat tepat di Puterinya, maka ia akan mati.
Hancur dalam kecepatan yang membahayakan, menjadi serbuk yang membedaki langit, dan tamat.
Ksatria setuju.

Ia relakan seluruh kepercayaannya pada Bintang Jatuh menjadi sebuah nyawa.
Dan ia relakan nyawa itu bergantung hanya pada serpih detik yang mematikan.
Bintang Jatuh menggenggam tangannya.
“Inilah perjalanan sebuah Cinta Sejati,” ia berbisik, “tutuplah matamu, Ksatria.Katakan untuk berhenti begitu hatimu merasakan keberadaannya.”

Melesatlah mereka berdua.
Dingin yang tak terhingga serasa merobek hati Ksatria mungil, namun hangat jiwanya diterangi rasa cinta.
Dan ia merasakannya….”Berhenti!”

Bintang Jatuh melongok ke bawah, dan ia pun melihat sesosok puteri cantik yang kesepian.
Bersinar bagaikan Orion di tengah kelamnya galaksi.
Ia pun jatuh hati.
Dilepaskannya genggaman itu.

Sewujud nyawa yang terbentuk atas cinta dan percaya.
Ksatria melesat menuju kehancuran.
Sementara Sang Bintang mendarat turun untuk dapatkan Sang Puteri.
Ksatria yang malang.
Sebagai balasannya, di langit kutub dilukiskan Aurora. Untuk mengenang kehalusan dan ketulusan hati Ksatria.

"taken from Supernova Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh"

Tuesday, March 15, 2011

9 Summer 10 Autumns ( a novel )

March 15, 2011 1
9 Summer 10 Autumns ( a novel )
oAwalnya aku mengetahui buku ini dari teman ku yang berbagi tautan di fb, setelah aku baca resensi bukunya, aku menjadi sangat tertarik untuk membaca kisahnya. lalu dengan segala daya upaya aku bertekad untuk memiliki buku ini hehe..segeralah aku ke gramedia yang ada di kota ku dan langsung melahap bukunya seperti orang yang sangat kelaparan dan wow jika sudah mulai membacanya di jamin tidak akan mau berhenti sampai selesai(ini menurut ku lho).

pokoknya kisahnya sangat inspirasioanl dan menyentuh, pokonya I Very Like This Book.

nih berbagi sedikit resensi bukunya:


Keterbatasan ekonomi tidak selalu berkesinambungan dengan kebodohan. Hal itu yang Iwan Setyawan coba gambarkan dalam
bukunya yang berjudul 9 Summers 10 Autumns Dari Apel ke The Big Apple. Buku ini bisa disebut sebagai semi autobiografi hidupnya yang berasal dari keluarga sederhana kemudian dapat merengkuh sebuah masa depan yang gemilang. Iwan Setyawan berasal dari kota Apel, Malang, yang tinggal di sebuah rumah kecil penuh kehangatan kasih sayang keluarga. Bapaknya adalah seorang sopir angkot dan Ibunya adalah ibu rumah tangga biasa yang selalu mengajarkan keteguhan. Iwan adalah anak lelaki satu-satunya, sebuah harapan, di keluarganya yang terdiri dari 5 bersaudara. Di buku ini diceritakan bagaimana kakak dan adiknya menjadi inspirasi ia untuk menjadi pintar dan keterbatasan ekonomi yang memicunya untuk maju. Hidup di rumah kecil tanpa memiliki kamar membuatnya bercita-cita untuk memiliki kamar sendiri sampai pada akhirnya ia menjadi Director, Internal Client Management di Nielsen Consumer Research, New York. Apa yang menjadikannya sukses menjabat sebagai seorang direktur di sebuah Negara adidaya tersebut? Lulusan terbaik Fakultas MIPA jurusan Statistik IPB ini mencoba mengurai hidupnya di buku ini yang cenderung melankolis. Adapun, buku ini lebih sebagai catatan perjalan hidup dan keluarganya dengan bahasa yang terlalu dramatis dan alur yang mudah ditebak.


Judul Buku : 9 Summers 10 Autumns: Dari Kota Apel Ke The Big Apple
Penulis : Iwan Setyawan
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman : 221 Halaman
Harga : Rp. 47.000
ISBN : 9789792267662

Friday, October 30, 2009

Spidermen 4 - mencari musuh baru

October 30, 2009 3
Spidermen 4 - mencari musuh baru
p
Bagi anda pecinta kisah manusia laba-laba atau Spiderman, sepertinya harus bersabar untuk segera bisa menyaksikan aksi pahlawan bertopeng ini bergelantungan dikota New York. Karena setelah sukses dengan prekuelnya, film yang diangkat dari komik laris keluaran Marvell ini juga rencananya akan segera diproduksi.

Spiderman 4 sendiri masih akan dibintangi oleh aktor Tobey Maguire dan aktris Kirsten Dunst. Selain itu sutradara Sam Raimi yang sukses membesut 3 film Spiderman sebelumnya kembali dipercaya untuk membesut film keluaran Colombia Pictures ini. Walaupun sempat beredar kabar bahwa pemeran Mary Jane Watson akan digantikan oleh pemain lain. Namun kabar terakhir menyebutkan bahwa peran ini tetap jatuh kepada Kirsten Dunst.

Film yang mengambil lokasi syuting di Los Angles dan New York ini juga rencananya akan dibuat dalam format 3 D, namun rumor mengenai hal itu belum bisa dikonfirmasi kebenarannya. Selain itu di Spiderman 4 ini, akan menjadi film pertama yang tidak akan menampilkan musuh utamanya seperti di 3 film sebelumnya. Untuk film keempatnya ini sutradara Sam Raini masih menimbang kira-kira tokoh seperti apa yang cocok untuk diadu oleh si Spidey.

Bocoran kisahnya pada Spiderman 4 adalah tentang bagaimana akhirnya Peter Parker menemukan cara baru untuk menyeimbangkan kekuatannya sebagai pahlawan bagi umat manusia dan disisi lain sebagai manusia biasa yang juga mempunyai masalah dalam kehidupan pribadinya. Di film ini juga akan diceritakan bagaimana sang pahlawan ini berjuang melawan keinginan dari dalam dirinya untuk melakukan kejahatan. Wah seperti apa ya, kira-kira filmnya? Sepertinya Anda harus bersabar karena film ini baru akan dirilis pada bulan Mei 2011. 21cineplex.com

Wednesday, September 16, 2009

Film Meraih Mimpi - Animasi Anak Bangsa

September 16, 2009 2
Film Meraih Mimpi - Animasi Anak Bangsa
Film Meraih Mimpi merupakan film animasi 3D pertama buatan Indonesia yang di tayangkan di layar lebar. Diadaptasi dari buku karya Minfung Ho yang berjudul ‘Sing to The Dawn’, film ini bercerita tentang kakak beradik yang berusaha untuk melindungi tempat tinggal mereka dari kontraktor penipu.

Diproduksi Infinite Frameworks (IFW), studio animasi yang berpusat di Batam, film ini di kerjakan oleh 150 animator, hebatnya hampir semuanya adalah orang Indonesia dan sisanya 5 orang asing.

Pembuatan film ini dilakukan di Batam selama 3 tahun dan memakan biaya sebesar 5 juta dollar AS. Pada tahun 2008 film Sing to the Dawn selesai di buat dan mulai di distribusikan ke berbagai negara mulai dari Singapura, Korea, dan Rusia.

Kenapa tidak langsung di luncurkan di Indonesia ? “Karena Infinite Frameworks (IFW) selaku produksi film ingin memperkenalkan Sing to The Dawn ke penonton luar negeri dan ingin meraih International Recognizition terlebih dahulu, setelah itu baru meluncurkan di Indonesia supaya masyarakat tahu bahwa ada studio animasi di Indonesia,” jelas Wisnu Triatmojo, Juru bicara IFW.

Pengisi suara film Meraih Mimpi ini disuarakan oleh sederetan bintang profesional, seperti Gita Gutawa, Patton ‘Idola Cilik’, Cut Mini, Shanty, Indra Bekti, Uli Herdinansyah, Ria Irawan, Surya Saputra, Joko Anwar, Tike Priatnakusumah, dll.

'Meraih Mimpi', merupakan film musikal pertama yang diproduksi dengan menggunakan 100% animasi. Ceritanya sangat universal, maka film ini dapat diadaptasi dengan menarik di beberapa daerah di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Ini merupakan pengalaman pertama bagi pemeran utama Gita Gutawa dan Patton ‘Idola Cilik’ dalam dunia perfilman, khususnya sebagai pengisi suara seorang tokoh dalam film. Dalam film ini, Gita pun turut menyanyikan soundtrack film Meraih Mimpi yang juga masuk dalam album Gita Gutawa.

Dalam penataan musik, Aghi Narottama, Bemby Gusti, dan Ramondo Gascaro yang menanganinya. Mereka banyak memasukkan unsur instrumen khas melayu, seperti Akordeon (bekerjasama dengan Riza Arshad) dan juga banyak unsur instrumen perkusi dan solo biola. Nuansa ini sesuai dengan latar film ini.

Mimpi bagi sebagian orang mungkin hanya berupa angan-angan atau hanya bunga tidur saja. Namun di film MERAIH MIMPI ini kita diajarkan untuk tidak takut bermimpi dan mengejarnya hingga menjadi nyata.

Kisah dibuka dengan kehidupan Dana (Gita Gutawa) dan adiknya, Rai (Patton Idola Cilik) di kampung yang didominasi oleh kekuasaan tuan tanah, Pairot (Surya Saputra). Pairot selalu membebani warga kampung, termasuk keluarga Dana dengan pajak tanah yang sangat tinggi.

Tanpa banyak yang tahu, Pairot sendiri telah memiliki rencana jahat. Setelah memberi beban pajak yang tinggi, ia bakal mengusir seluruh warga dari kampung. Pairot bermaksud membangun hotel dan kasino.

Dana sadar keluarganya mengalami kesulitan keuangan. Maka ketika ada kesempatan memperoleh beasiswa lewat sebuah kompetisi dari sekolahnya, ia tidak menyia-nyiakannya. Karena ia sadar ini adalah satu-satunya kesempatan berjuang melawan ketidakadilan sang tuan tanah.

Film yang sarat dengan pesan moral ini juga menyisipkan bagaimana generasi-generasi muda kita untuk lebih mencintai lingkungan. Selain inti cerita yang mengajarkan tidak takut bermimpi. Jika dijalani dengan konsisten, apapun impian itu, suatu hari akan menjadi nyata.

Meraih Mimpi kenapa tidak meraih kenyataan atau juga meraih kesuksesan, hanya mereka yang tau.

Ini juga merupakan kebanggan tersendiri bagi masyarakat Batam pada khususnya.

Tuesday, September 15, 2009

Sekuel Ke- 4 Pirates Of Carrebean

September 15, 2009 0
Sekuel Ke- 4 Pirates Of Carrebean

Apakah Anda penggemar film “Pirates of Caribbean”? Jika ya, ini merupakan berita baik buat Anda.
Walt Disney Co. Baru saja mengumumkan tentang sekuel keempat dari sang Captain Jack Sparrow (Diperankan Johnny Depp) dalam 'Pirates of the Caribbean: On Stranger Tides' dan film ini akan rilis pada musim panas 2011. Ceritanya sendiri kali ini diambil dari novel karya Tim Powers yang berjudul On Stranger Tides. Novel ini bercerita seputar fantasi dan telah berhasil memenangkan Locus Award dalam kategoti Best Fantasy Novel pada tahun 1988 dan juga masuk kedalam nominasi The World Fantasy Award. Novelnya sendiri pertama kali terbit pada tahun 1988, karakter utama dalam novel ini juga bernama Jack. Wahh..gimana yaa kelanjutan petualangan bajak laut konyol ini? Sepertinya kita tidak akan bosan melihat akting Johnny Depp yang selalu bisa mendalami dan memainkan semua perannya dengan sangat baik.

Sekadar informasi, berdasarkan data dari Internet Movie Database Inc., film yang berkisah tentang bajak laut tersebut berhasil mendatangkan pendapatan senilai US$ 1,62 miliar dari hasil penjualan tiket. Sementara untuk pembuatannya, biaya yang harus dikeluarkan mencapai US$ 665 miliar. Sayang, Disney menolak mengumumkan kapan film yang menampilkan Depp sebagai Captain Jack Sparrow itu bakal dirilis.

Adanya pengumuman rencana pembuatan film tersebut membuat saham Disney di bursa New York Stock Exchange naik 2,6% atau 83 sen dan bertengger pada level US$ 32,60. Sebelumnya, saham Disney pada tahun ini mengalami penurunan 1,6%.

Friday, September 11, 2009

Negeri Lima Menari - Sebuah Kisah Inspiratif

September 11, 2009 2
Negeri Lima Menari - Sebuah Kisah Inspiratif
Salah satu karya terbaru anak bangsa yang sangat luar biasa. Ada banyak cara memandang pesantren. Bisa menggunakan kacamata negatif, seperti dalam buku Sorban yang Terkoyak. Membicarakan lembaga tersebut layaknya objek penelitian ilmiah macam Tradisi Pesantren-nya Zamakhsyari Dhofier, atau melihat pondok dalam kacamata romantika remaja yang penuh vitalitas dan inspiratif seperti dalam novel Negeri 5 Menara karya A. Fuadi. Pondok, panggilan mesra untuk pesantren, memang selalu memiliki seribu wajah. Wajah yang sama yang dimiliki lulusan-lulusannya yang tersebar ke berbagai penjuru Indonesia bahkan dunia. Wajah yang bisa membawa persepsi baik atau buruk, bagus atau jelek, atau beragam judgement lain yang membuat kita susah mengambil kata kunci dari sebuah makhluk bernama pesantren.
Sinopsis Buku ini:
Alif lahir di pinggir Danau Maninjau dan tidak pernah menginjak tanah di luar ranah Minangkabau. Masa kecilnya adalah berburu durian runtuh di rimba Bukit Barisan, bermain bola di sawah berlumpur dan tentu mandi berkecipak di air biru Danau Maninjau.

Tiba-tiba saja dia harus naik bus tiga hari tiga malam melintasi punggung Sumatera dan Jawa menuju sebuah desa di pelosok Jawa Timur. Ibunya ingin dia menjadi Buya Hamka walau Alif ingin menjadi Habibie. Dengan setengah hati dia mengikuti perintah Ibunya: belajar di pondok.

Di kelas hari pertamanya di Pondok Madani (PM), Alif terkesima dengan “mantera” sakti man jadda wajada. Siapa yang bersungguh-sungguh pasti sukses.

Dia terheran-heran mendengar komentator sepakbola berbahasa Arab, anak menggigau dalam bahasa Inggris, merinding mendengar ribuan orang melagukan Syair Abu Nawas dan terkesan melihat pondoknya setiap pagi seperti melayang di udara.

Dipersatukan oleh hukuman jewer berantai, Alif berteman dekat dengan Raja dari Medan, Said dari Surabaya, Dulmajid dari Sumenep, Atang dari Bandung dan Baso dari Gowa. Di bawah menara masjid yang menjulang, mereka berenam kerap menunggu maghrib sambil menatap awan lembayung yang berarak pulang ke ufuk. Di mata belia mereka, awan-awan itu menjelma menjadi negara dan benua impian masing-masing. Kemana impian jiwa muda ini membawa mereka? Mereka tidak tahu. Yang mereka tahu adalah: Jangan pernah remehkan impian, walau setinggi apa pun. Tuhan sungguh Maha Mendengar.

Bagaimana perjalanan mereka ke ujung dunia ini dimulai? Siapa horor nomor satu mereka? Apa pengalaman mendebarkan di tengah malam buta di sebelah sungai tempat jin buang anak? Bagaimana sampai ada yang kasak-kusuk menjadi mata-mata misterius? Siapa Princess of Madani yang mereka kejar-kejar? Kenapa mereka harus botak berkilat-kilat? Bagaimana sampai Icuk Sugiarto, Arnold Schwarzenegger, Ibnu Rusyd, bahkan Maradona sampai akhirnya ikut campur? Ikuti perjalanan hidup yang inspiratif ini langsung dari mata para pelakunya. Negeri Lima Menara adalah buku pertama dari sebuah trilogi.



Tentang Pengarang: A. Fuadi
A. Fuadi lahir di Bayur, Danau Maninjau tahun 1972, tidak jauh dari kampung Buya Hamka. Fuadi merantau ke Jawa, mematuhi permintaan ibunya untuk masuk sekolah agama. Di Pondok Modern Gontor dia bertemu dengan kiai dan ustad yang diberkahi keikhlasan mengajarkan ilmu hidup dan ilmu akhirat. Gontor pula yang membukakan hatinya kepada rumus sederhana tapi kuat, "man jadda wajada", siapa yang bersungguh-sungguh akan sukses.

Lulus kuliah Hubungan Internasional, Universitas Padjadjaran, dia menjadi wartawan Tempo. Kelas jurnalistik pertamanya dijalani dalam tugas-tugas reportasenya di bawah bimbingan para wartawan senior Tempo. Tahun 1998, dia mendapat beasiswa Fulbright untuk kuliah S2 di School of Media and Public Affairs, George Washington University. Merantau ke Washington DC bersama Yayi, istrinya---yang juga wartawan Tempo-adalah mimpi masa kecilnya yang menjadi kenyataan. Sambil kuliah, mereka menjadi koresponden TEMPO dan wartawan VOA. Berita bersejarah seperti peristiwa 11 September dilaporkan mereka berdua langsung dari Pentagon, White House dan Capitol Hill.

Tahun 2004, jendela dunia lain terbuka lagi ketika dia mendapatkan beasiswa Chevening untuk belajar di Royal Holloway, University of London untuk bidang film dokumenter. Kini, penyuka fotografi ini menjadi Direktur Komunikasi di sebuah NGO konservasi: The Nature Conservancy.

Saturday, August 01, 2009

Merah Putih - Resensi Film Perjuangan Indonesia

August 01, 2009 5
Merah Putih - Resensi Film Perjuangan Indonesia

Dunia perfilman indonesia akan kembali meluncurkan sebuah film perjuangan, yang diberi judul MERAH PUTIH. Film ini berlatar sejarah otentik perjuangan Indonesia untuk kemerdekaan pada tahun 1947 ketika terjadi Agresi Militer Belanda pimpinan Van Mook yang menyerang jantung kaum republik di Jawa Tengah, MERAH PUTIH bercerita tentang sekelompok pejuang kemerdekaan yang harus bersatu untuk bertahan dari pembunuhan, berjuang sebagai pejuang gerilya, untuk menjadi anak-anak bangsa sesungguhnya, terlepas dari konflik pribadi yang tajam dan perbedaan yang besar dalam kelas sosial, suku, daerah asal, agama, dan kepribadian.
Dibesut dalam format film 35-millimeter, MERAH PUTIH melibatkan ahli perfilman internasional terbaik dalam bidang special effects dan tata teknis lain yang berpengalaman di perfilman Hollywood: Koordinator Special Effects dari Inggris Adam Howarth (SAVING PRIVATE RYAN, BLACKHAWK DOWN), Koordinator Pemeran Pengganti Rocky McDonald (MISSION IMPOSSIBLE II, THE QUIET AMERICAN), Make-Up dan Visual Effects Artist Rob Trenton (BATMAN - THE DARK KNIGHT), Ahli persenjataan John Bowring (CROCODILE DUNDEE II, THE MATRIX, THE THIN RED LINE, AUSTRALIA, X-MEN ORIGINS:WOLVERINE) dan Asisten Sutradara Mark Knight (DECEMBER BOYS, BEAUTIFUL).
Berharap untuk mendapatkan hasil yang maksimal, Hasyim Djojohadikusumo (ketua DPP Gerindra) yang juga produser PT Media Desa menggandeng Margate House, Ltd dari AS dan juga beberapa ahli perfilman terbaik dunia dalam bidang spesial efek dan tata teknis lain yang telah berpengalaman dalam dunia perfilman Hollywood untuk memproduksi film nasional bergenre perang pertama pasca-reformasi berjudul 'Merah Putih'. Tidak tanggung-tanggung, film trilogi yang dibesut dalam format film 35mm ini konon menghabiskan dana 6 juta dollar AS (sekitar Rp. 60 Milyar) untuk biaya produksinya!
Diproduseri oleh Conor Allyn dan Rob Allyn (produser eksekutif dan penulis skenario) film bergaya Hollywood-Blockbuster ini didukung oleh para profesional Hollywood sekaliber Adam Howarth (koordinator spesial efek dari Inggris yang pernah menangani "Saving Private Ryan"), Rocky McDonald (koordinator pemeran pengganti yang pernah menangani "Mission Impossible II"), Rob Trenton (Make Up Visual Effect Artist yang pernah menangani "Batman: the Dark Knight"), Jhon Bowring (ahli persenjataan yang pernah menangani film "The Matrix", "Crocodile Dundee II", "The Thin Red Line", "X-Men Origins: Wolverine"), dan Mark Knight sebagai asisten sutradara (menangani film "December Boys", "Beautifull").
Selain dibantu oleh pakar Hollywood, film ini juga ditangani oleh pakar perfilman terbaik Indonesia yaitu Yadi Sugandi sebagai sutradara (penata gambar terbaik untuk film "Laskar Pelangi", "Under the Tree", "The Photograph"), Sastha Sunu (penyunting gambar terbaik film "Gie"), penata artistik dan disain produksi senior Iri Supit dan penata musik Thoersi Argeswara.

Film ini dibintangi oleh sejumlah aktor dan aktris muda seperti Lukman Sardi, Darius Sinatra, Teuku Rifnu Wikana, Doni Alamsyah, Zumi Zola, Atiqah Hasiholan, dan Rahayu Saraswati (aktris yang studi akting di London dan Hollywood).
Diproduksinya film 'Merah Putih' ini bertujuan untuk menghargai jasa-jasa para pahlawan kemerdekaan sekaligus membangkitkan kembali semangat kejuangan di dada para pemuda Indonesia yang belakangan kita rasakan sudah mulai berkurang dan meredup.
TEMPO Interaktif, Jakarta - Sudah lama kita tak melihat film nasional bertema perang ditayangkan di bioskop domestik. Tapi, sebentar lagi, mulai 13 Agustus, layar lebar bakal dihias kisah pejuang-pejuang Indonesia dalam merebut kemerdekaan. Merah Putih judul film itu.

Film ini berfokus pada lima kadet yang mengikuti latihan kemiliteran di Jawa Tengah. Latar belakang kelimanya beragam suku dan agama. Suatu saat, tentara Belanda menyerang pusat latihan itu. Semua dibunuh, kecuali kelimanya yang berhasil meloloskan diri. Mereka lalu bergabung dengan gerilyawan yang dipimpin Jenderal Soedirman.

Skenario film ini berangkat dari cerita Margono Djojohadikusumo, ketua Dewan Pertimbangan Agung pertama republik ini. Dia pernah melanjutkan perjuangan Partai Nasionalis Indonesia, saat tokoh-tokoh partai itu ditangkap dan dibuang. Margono juga merupakan kakek pengusaha Hasjim Djojohadikusumo, produser eksekutif Merah Putih.

Cerita itu lalu diolah oleh Connor Allyn, warga Amerika Serikat yang baru pertama kali ini mengolah skenario. Dia adalah putra Rob Allyn, yang juga tercatat sebagai pembuat skenario Merah Putih. Rob Allyn adalah konsultan politik asal Texas, pernah menjadi penasihat presiden George W. Bush. Sebagai penulis, sejumlah bukunya sudah diterbitkan.

Meski berangkat dari kisah nonfiksi, sutradara Yadi Sugandi memutuskan memfiksikan jalinan cerita. "Kalau tidak difiksikan, saya harus bersandar pada sejarah. Kalau begitu, saya angkat tangan karena harus ada riset yang sangat teliti. Dengan fiksi, saya bisa melanggar beberapa hal. Saya lebih bebas," kata Yadi kemarin.

Contoh "pelanggaran legal" yang dilakukan dalam film ini misalnya soal ledakan. "Itu memang kita eksploitasi. Pada 1947, saya belum lahir. Jadi saya tak tahu ledakan zaman dulu itu seperti apa," kata Yadi mencontohkan. Hal-hal lain juga difiksikan seperti moda transportasi, segala macam aksesori, mode pakaian, tanda kepangkatan, juga gaya memotong kumis dan cambang yang berlaku pada tempo yang dikisahkan dalam film.

Begitu pula konstruksi latar belakang sosial masyarakat. Tim film ini membuat sendiri latarnya, seperti properti, kondisi dusun, dan tingkat kemiskinan masyarakat saat itu. "Tapi semua sebisa mungkin didasari data otentik," kata Yadi.

Yadi memang baru pertama kali ini menyutradarai film. Dia lebih dikenal sebagai penata gambar yang andal. Tadinya film ini akan disutradarai orang asing. Namun, pihak produser menunjuk Yadi, yang dinilai mengikuti sejak awal proses persiapan pembuatan film. Tadinya ia sempat ingin menolak. Namun, setelah mengetahui skenario yang dinilai sangat nasionalis, sinematografer itu menyanggupi permintaan menjadi sutradara. "Kalau hanya drama, saya tolak," kata Yadi.

Tokoh-tokoh sejarah, seperti Soedirman, juga digambarkan selintas. "Takut salah juga. Kami mengeksploitasi pemain kami sendiri," ujarnya. Dalam perjalanan para tokoh, yang bergerilya dari Jawa Tengah ke Jawa Barat, mereka diceritakan sempat bersinggungan dengan tentara Darul Islam. Terjadi kontak senjata. Tapi, kedua pihak ternyata punya tujuan sama: membela Republik Indonesia. Sikap itu diambil sebagai pengingat, bahwa kita yang berkonflik pun punya tujuan mulia yang sama.

Film ini didukung Lukman Sardi (Amir), Donny Alamsyah (Tomas), Teuku Rifnu Wikana (Dayan), Darius Sinathrya (Marius), Zumi Zola (Soerono), Astri Nurdin (Melati, istri Amir) dan pendatang baru Rahayu Saraswati (Senja). Mereka melakoni skenario yang menonjolkan persahabatan dan percintaan dalam masa revolusi fisik. Tapi aspek yang paling mengemuka adalah rasa nasionalisme.

Yang menarik, senjata-senjata yang digunakan dalam film ini adalah asli. Tak ada imitasi. Sebagian properti itu dipinjamkan TNI--meski banyak yang tak lagi berfungsi. Untung ada ahli senjata yang bisa menghidupkan kembali semua peninggalan lawas itu. "Kami tak bisa pakai senjata bohongan," kata Yadi. Itu untuk mengejar nuansa keaslian. "Seperti suara selongsong jatuh dari senjata, ada dentingnya. Senjata palsu kan tak mengeluarkan selongsong."

Merah Putih adalah bagian pertama dari Trilogi Kemerdekaan. Sekuel dan bagian terakhirnya akan menyusul. Tiga film itu, kata Yadi, sudah selesai diambil gambarnya dalam tiga bulan yang padat. Untuk sekuel dan lanjutannya tengah dalam proses pascaproduksi. "Sekitar 20 persen lagi selesai," ujarnya.

Ketiga film itu menghabiskan biaya Rp 60 miliar termasuk promosi. Menurut Yadi, itu adalah biaya yang tak berlebihan dan tim tak boros dalam penggunaannya. Dana itu membiayai pemakaian tenaga ahli kelas dunia, pembuatan replika kendaraan, hingga pembelian peluru beneran.

Film ini bakal menjadi Big Movie indonesia tahun ini.

Tuesday, July 28, 2009

Public Enemies- Resensi Film

July 28, 2009 3
Public Enemies- Resensi Film

Film “Public Enemies” merupakan sebuah film yang diadaptasi dari cerita non fiksi karangan "Bryan Burrorugh" ini mengangkat cerita tentang latar belakang lahirnya biro intelijen paling berkuasa di Amerika yaitu FBI, dan juga menyorot kehidupan para kriminal yang mereka jadikan “Most Wanted” pertama di negara itu yaitu "John Dillinger" dan teman-temannya. Berlatar seting pada tahun 1933, dimana negara adidaya itu sedang dilanda masa yang disebut sebagai “Great Despression,” sebuah masa dimana banyak manusia-manusia depresi melakukan hal-hal di luar akal sehat. Kasus-kasus kriminal berkembang pesat sementara masyarakat semakin tertekan. Tapi bagi seorang John Dillinger (diperankan oleh "Johnny Depp"), waktu itu justru membuka kesempatan dan peluang usaha yang sangat menjanjikan. Dan dalam upaya untuk memerangi aktivitas kejahatan yang semakin merajalela, J. Edgar Hoover (Billy Crudup) membentuk FBI, dengan misi pertama mereka menciduk komplotan John Dillinger. Agen "Melvin Purvis" (Diperankan "Christian Bale") ditugaskan oleh sang pemimpin FBI untuk memimpin misi tersebut. Menggunakan metoda-metoda baru dalam sistem intelijen pada waktu itu seperti melacak lokasi dimana si terburu terakhir membeli jas ataupun menyadap pembicaraan mereka di telepon. Didukung pula oleh
kekuatan bersenjata tim penembak terlatih, juga sifat Purvis yang tidak gampang menyerah, usaha mereka semakin menunjukkan jalan terang untuk menghentikan aksi-aksi2 kriminal geng Dillinger yang kian meresahkan setiap institusi keuangan.

Jalan cerita yang ditawarkan film ini cukup menarik, meskipun mungkin terkadang agak berasa lambat. Kita tidak disuguhkan pengembangan karakter yang cukup baik sehingga menjadi sedikit susah untuk peduli pada karakter2 yang ditampilkan disini. Detil mengenai anggota komplotan Dillinger pun tidak dibahas dengan maksimal sehingga kemunculan mereka disini terasa seperti tempelan saja padahal aslinya mereka memegang peranan yang cukup besar dalam kehidupan Dillinger. Ada pula sisi romantis yang digambarkan lewat hubungan Dillinger dan Billie Frechette yang lumayan berhasil membangun suasana walaupun kembali terkesan kurang diberikan porsi yang memadai. Untungnya disini tampil aktor2 berkualitas yang mampu membawakan peran mereka masing-masing dengan baik, sehingga kelemahan di segi pembangunan karakter tadi bisa sedikit termaafkan. “Public Enemies” juga adalah sebuah film berdurasi panjang yang sepertinya udah menjadi standar tersendiri bagi sang sutradara Michael Mann.
Yang menjadi perhatian Mann lainnya adalah di penataan set dan dekor, kita benar2 dibawa masuk ke dalam dunia pada tahun 1933 lewat setiap detil yang diberikan Mann dalam film ini. Skripnya juga dibuat sangat dekat sekali dengan sejarahnya, dan jadinya mungkin agak terlalu setia dengan penggambaran zaman itu. Pada salah satu adegan diceritakan Dillinger yang berjalan melewati sebuah kantor polisi dengan santainya tanpa disadari oleh siapapun. Sementara hal itu adalah benar terjadi menurut sejarahnya, namun malah terkesan konyol bila dilihat dari kacamata penonton zaman sekarang. Ending yang dipilih untuk mengakhiri film ini juga gue rasa cukup baik dan natural.
“Public Enemies” yang menjadi pertemuan tiga filmmaker unggul ini menjanjikan sebuah film gangster yang sangat spesial buat tahun ini. Penasaran kan nonton aja langsung filmnya.

Tuesday, June 23, 2009

Harry Potter and The Half Blood Prince

June 23, 2009 10
Harry Potter and The Half Blood Prince

Harry Potter dan Pangeran Berdarah Campuran

Nah film yang satu ini juga merupakan film yang sangat dinanti-nantikan di tahun 2009 ini...............
Film ini menceritakan tentang Buku ke Enam dari seri Harry Potter. Dimana diceritakan bahwa tahun ini adalah tahun keenam Harry Potter di sekolah sihir Hogwards, sekaligus menjadi tahun yang penuh kejutan baginya. Pertama, karena kedatangan guru baru di sekolah Hogwards, Horace Slughorn, yang ternyata ingin memanfaatkan Harry. Lalu Harry juga menemukan sebuah buku ramuan yang ternyata bisa digunakan untuk menemukan identitas pangeran berdarah campuran yang sangat misterius, sang pangeran ini disebutkan hampir di semua halaman buku tersebut. Tidak hanya itu, buku ini juga mengajarkan kepada Harry cara untuk meningkatkan kemampuan kerja dari racun tersebut serta beberapa mantra yang bisa dipakai menolong tapi sekaligus juga membahayakan.

Harry pun mulai mengambil les privat dengan Professor Dumbledore demi untuk mengalahkan si jahat Vordemort. Akhirnya Harry dan Dumbledore berhasil menemukan sebuah sihir hitam yang

akan mereka gunakan untuk melakukan pembalasan kepada Vordemort. Selain Vordermort, Harry juga disibukkan dengan aksi mencurigakan Draco Malfoy, yang selalu mengganggu aktivitasnya selama di sekolah. Harry curiga Vordermortslah yang menyuruh Draco.

Tidak seru rasanya jika tidak ada bumbu kisah cinta di film Harry Potter. Di film keenam ini, Harry Potter berkenalan dengan seorang gadis baru, Lavender Brown, yang ternyata adalah murid dari Gryffindor. Namun Harry sadar kalau sebenarnya yang dicintainya adalah adiknya Ron, Ginny Weasley, tapi Ginny malah mengencani teman sekelas Harry, Dean Thomas. Sementara Harry asyik mengejar cinta Ginny, sahabatnya Ron malah berhubungan dengan Lavender, cinta segi banyak ini memberikan warna lain yang membuat film Harry Potter kali ini jadi terkesan nyata.

Film Harry Potter and the Half-Blood Prince disutradarai oleh David Yates, sutradara film kelima Harry Potter, Harry Potter and the Order of the Phoenix. Sedangkan skenarionya ditulis oleh Steve Kloves penulis cerita untuk keempat film sebelumnya (kecuali film keempat). David Yates beruntung terpilih kembali untuk menyutradarai film Harry Potter, padahal banyak sutradara yang ditawari pekerjaan tersebut dan para sutradara Harry Potter sebelumnya juga tertarik untuk kembali menyutradarai film yang selalu laku di pasaran ini.


Sisi istimewa dari film ini adalah adanya adegan 3D berdurasi kurang dari 25 menit. Jika kelima film sebelumnya difilmkan di UK, film kali ini digarap di New Zealand mengingat kondisi iklim yang lebih bersahabat dan juga karena kurangnya biaya untuk mengerjakan di Skotlandia. Film berdurasi 153 menit ini, adalah film Harry Potter terpanjang ketiga setelah Chamber of Secrets yang berdurasi 161 menit dan Goblet of Fire dengan 157 menit. Keindahan soundtrack dalam film ini diisi oleh composer Nicholas Hooper yang sebelumnya juga mengisi scoring di Harry Potter and the Order of the Phoenix, kali ini ia bekerjasama dengan John William’s Hedwig Theme. Semua unsur tersebut makin menambah keindahan film ini. Wingardium leviosa…. sim salabim abrakadabra alakazam…. Selamat berpetualang lagi di dunia Harry Potter yang menakjubkan…. (Sumber http://21cineplex.com)

Friday, June 19, 2009

Transformer 2 Revenge Of The Fallen

June 19, 2009 2
Transformer 2 Revenge Of The Fallen

Transformers 2 Revenge Of The Fallen

Nah Film yang satu ini adalah salah satu film andalan Dreamwork and Paramount Picture, dan merupakan salah satu film terdahsyat yang akan menghiasi dan menggemparkan bioskop seluruh dunia.


Di akhir film Transformers pertama kita sudah melihat Starcream terbang ke angkasa, yang berarti bahwa Megatron masih hidup diluar sana dan bersiap-siap untuk membalas dendam dan bertarung kembali. Bagian inilah tanda-tanda yang meyakinkan kita bahwa akan ada sekuel dari Film Transformer.


Ternyata hal tersebut tidak hanya menjadi tanda belaka. Pasalnya film sekuel tersebut telah diproduksi dan akan tayang pada 24 Juni 2009 mendatang. Film yang kali ini berjudul Transformers 2 : Revenge of The Fallen, akan menghadirkan kembali tokoh dari film pertamanya, seperti Shia LaBeouf, Megan Fox, Tyrese Gibson dan Josh Duhamel. Tidak hanya itu, pemain yang membintangi serial THE OFFICE di NBC, Rainn Wilson, juga turut hadir di film garapan Michael Bay ini.

Nah bagi yang belum nonton film transformer pertama, bisa di
Download Di sini


Transformer 2 Revenge of The Fallen akan memunculkan kembali Megatron untuk memimpin anak buahnya menghancurkan Autobots. Megatron juga akan meninggalkan wujud lamanya yang akan muncul dalam bentuk tank.


Selain munculnya kembali Megatron yang membuat film ini berbeda, akan turut hadir enam buah robot baru Soundwave, Arcee Constructicons, Jetfire, dan lain-lain. Dan spesial efek di sekuel Film yang awalnya di angkat dari cerita kartun Transformer ini tentunya akan lebih dahsyat dari film pertamanya. Selain itu beberapa lokasi seperti New Jersey, California, Philadelphia bahkan sampai Mesir dan Bethlehem menjadi bagian dalam proses pengambilan gambar dalam film ini.


Tidak puas hanya diproduksi di film, Luxoflux yang kita kenal pernah bikin Kung Fu Panda dan True Crime: New York City memproduksi versi gamenya untuk semua versi konsol seperti PS3, PS2, PSP, Xbox360, Wii, DS dan tak ketinggalan PC.


Tidak hanya itu ACTOYS sebagai produsen mainan robot Transformers seperti Megatron MP-05, Ultra Magnus, Skywarp dan Titanium Rodius Prime juga membuat robot Devastator yang dibuat sangat mirip dengan karakter aslinya difilm Transformers: Revenge of the Fallen. (eM.Yu)

Wah wah kayaknya seru banget yah filmnya...jadi gak sabaran nich nunggunya....

Wednesday, June 17, 2009

Ketika Cinta Bertasbih

June 17, 2009 0
Ketika Cinta Bertasbih
Ketika Cinta Bertasbih adalah sebuah film dari adaptasi novel terkenal yang sama pengarangnya dengan ayat ayat cinta, yaitu Kang abik alias Habbiburrahman El- shirazy. Dimana ayat -ayat cinta terlebih dahulu telah dibuat film nya dan laku keras di pasaran. Nah film satu ini juga tidak kalah hebohnya diminati oleh para pecinta film tanah air...
Cerita film ini memang benar-benar sama persis dengan apa yang diceritakan didalam novelnya.



KETIKA CINTA BERTASBIH

berfokus pada perjalanan tokoh Khairul Azzam (Diperankan oleh M. Kholidi Asadil Alam, Seorang actor bener-bener pendatang baru), seorang mahasiswa Indonesia yang menuntut ilmu di Universitas Al Azhar Kairo-Mesir. Kuliahnya telah dijalaninya selama 9 tahun dan masih belum tamat juga, dikarenakan semenjak

ayahnya meninggal ialah yang menjadi tulang punggung keluarganya, Demi membiayai sekolah ketiga Adik-adiknya di Solo dan biaya hidupnya sendiri di Kairo, Azzam berdagang bakso dan tempe di Kairo-Mesir.


Seringnya Azzam mendapatkan job di KBRI Cairo mempertemukan ia dengan Puteri Duta Besar RI untuk mesir, Eliana Pramesthi Alam (yang diperankan oleh Alice Sofie Norin). Eliana adalah lulusan EHESS Perancis yang melanjutkan S-2 nya di American University in Cairo. Selain cerdas, Eliana juga terkenal di kalangan mahasiswa karena kecantikannya. Ia bahkan pernah diminta main di salah satu film produksi Hollywood, juga untuk Film layar lebar dan Sinetron di Jakarta. Segudang prestasi dan juga kecantikan Eliana membuat Azzam menaruh hati pada Eliana. Tetapi Azzam urung menjalin hubungan lebih dekat dengan Eliana, karena selain sifat dan kehidupannya yang sedikit bertolak belakang dengan Azzam, juga karena nasihat dari Pak Ali, supir KBRI yang sangat dekat dengan keluarga Eliana.

Apa yang dikatakan Pak Ali cukup terngiang-ngiang di benaknya, bahwa ada seorang gadis yang lebih cocok untuk Azzam. Azzam disarankan untuk buru-buru mengkhitbah (melamar) seorang mahasiswa cantik yang tak kalah cerdasnya dengan Eliana. Dia bernama Anna Althafunnisa, S-1 dari Kuliyyatul Banaat di Alexandria dan sedang mengambil S-2 di Kuliyyatul Banaat Al Azhar – Cairo, yang juga menguasai bahasa Inggris, Arab dan Mandarin. menurut Pak Ali, kelebihan Anna dari Eliana adalah bahwa Anna memakai jilbab dan sholehah, bapaknya seorang Kiai Pesantren bernama Kiai Luthfi Hakim.

Ada keinginan Khaerul Azzam untuk menghkhitbah Anna walaupun ia belum pernah bertemu atau melihat Anna. Karena tidak punya biaya untuk pulang ke Indonesia, Pak Ali menyarankan supaya melamar lewat pamannya yang ada di Cairo, yaitu Ustadz Mujab, dimana Azzam sudah sangat mengenal ustadz itu. Dengan niat penuh dia pun datang ke ustadz Mujab untuk mengkhitbah Anna Althafunnisa. Tapi ternyata lamaran itu ditolak atas dasar status. Karena S-1 Azzam yang tidak juga selesai, dan lebih dikenal karena jualan tempe dan baso. Selain itu, Anna telah dikhitbah lebih dulu oleh seorang pria yang alih-alih adalah Furqon, sahabat Azzam yang juga mahasiswa dari keluarga kaya yang juga cerdas dimana dalam waktu dekat akan menyelesaikan S-2 nya. Azzam bisa menerima alasan itu, meskipun hatinya cukup perih.

Tetapi kemudian Furqon mendapat musibah yang sangat menghancurkan harapan-harapan hidupnya. Hal tersebut membuatnya menghadapi dilemma antara ia harus tetap menikahi Anna yang telah dikhitbahnya, tetapi itu juga sekaligus akan dapat menghancurkan hidup Anna.

Sementara itu Ayyatul Husna, adik Azzam yang sering mengirim berita dari kampung, membawa kabar yang cukup meringankan hati Azzam. Agar Azzam tidak perlu lagi mengirim uang ke kampung dan lebih berkonsentrasi menyelesaikan kuliahnya. Karena selain Husna telah lulus kuliah di UNS, ia juga sudah bekerja sebagai Psikolog. Keahlian Husna dalam menulis sudah membuahkan hasil. Penghasilan Husna cukup dapat membiayai kebutuhan adiknya yang mengambil program D-3, serta adik bontotnya yang bernama Sarah yang masih mondok di Pesantren.

Azzam yang sudah sangat rindu dengan keluarganya memutuskan untuk serius dalam belajar, hingga akhirnya berhasil lulus. Azzam pun menepati janjinya ke keluarganya untuk kembali ke kampong dan segera mencari jodoh di sana, memenuhi amanat ibunya. Walaupun sebenarnya masih terbersit sedikit harapan untuk tetap mendapatkan hati Anna.

Apakah mungkin Azzam akan berjodoh dengan Anna? Ataukah Eliana yang sebenarnya juga masih penasaran dengan Azzam? Ataukah Azzam berhasil menemukan tambatan hatinya di Indonesia?..nonton aja sendiri deh biar gak penasaran yah..............

Wednesday, May 27, 2009

Resensi Film "Terminator Salvation"

May 27, 2009 4
Resensi Film   "Terminator Salvation"



Walaupun tidak lagi menampilkan Arnold Schwarzenegger sebagai bintang utamanya, 'Terminator Salvation' sanggup menyajikan sesuatu yang baru di dunia perfilman. Dijamin film ini akan memuaskan dahaga para penggemar film aksi and fantasi.

Mungkin di tiga film 'Terminator' sebelumnya Anda hanya bisa penasaran dengan cuplikan-cuplikan apa yang terjadi di masa depan, kali ini sang sutradara McG pun akan membeberkannya. 'Terminator Salvation' pun hadir dengan setting 2018 ketika bom nuklir sudah diledakan di California, dan sebagian besar wilayah telah dikuasai oleh musuh dan bala tentara mesinnya

'Terminator Salvation'pria Berlatar tahun 2018, John Connor (Diperankan oleh Christian Bale) Pria yang ditakdirkan memimpin para
pemberontak melawan Skynet beserta bala tentara Penghancurnya. Di sisi lain Skynet pun menciptakan robot-robot Terminator dengan berbagai bentuk untuk menghabisi umat manusia. Mulai dari T-600, T-800 yang sebelumnya diperankan oleh Arnold hingga Moto-Terminator.

Segala bentuk upaya sudah dilakukan John Connor dan kawan-kawannya, namun tetap saja Terminator tidak bisa dikalahkan. Hingga akhirnya di tempat lain muncul pria misterius bernama Marcus Wright (Sam Worthington). Nah, mulai dari sini ketegangan demi ketegangan mengalir deras. John Corner mengenali pria itu adalah mesin yang diciptakan untuk membinasakan mereka semua, dimana pria itu juga yang telah membunuh ibunya serta ayahnya dimasa lalu. Namun dimasa depan(saat ini)ayahnya ternyata masih hidup sebagai sosok seorang remaja dan menjadi sasaran utama Skynet untuk dihancurkan, untuk memusnahkan ras manusia. Namun Marcus sama sekali tidak tahu bahwa dirinya telah dirubah menjadi mesin, dan dia juga masih memilik hati dan pikiran manusia.

Untuk menyelamatkan ayahnya,yang saat ini ditangkap bersama tawanan lain oleh Skynet dan dibawa kemarkas besar Skynet, John dan Marcus bekerjasama untuk menyelamatkan ayahnya dan tawanan lainnya, sebelum perang sesungguhnya dimulai.

Lewat 'Terminator Salvation', McG yang sebelumnya sukses dengan dua film 'Charlie's Angels' seperti pamer kepiawaiannya menggarap film aksi. Dengan ciamik, McG sanggup meramu adegan aksi, tema cerita, pesan moral dan efek visual hingga menjadi sebuah sajian hiburan yang sayang untuk dilewati.

Meskipun menghadirkan konsep baru, McG tidak meninggalkan ciri khas dari film-film 'Terminator' sebelumnya. Seperti kalimat "I'll be back" dan lagu 'You Could Be Mine' milik band Guns and Roses. Semakin penasaran kan? Saksikan dan nonton saja 'Teminator Salvation'.

Thursday, May 21, 2009

Lord Of The Ring - Fellowship Of The Ring

May 21, 2009 1
Lord Of The Ring - Fellowship Of The Ring

THE FELLOWSHIP OF THE RING
( PERSAHABATAN CINCIN /
SEMBILAN PEMBAWA CINCIN)

Tiga cincin untuk raja-raja Peri dibawah langit
Tujuh untuk raja-raja Kurcaci di balairung batu mereka
Sembilan untuk insan manusia yang ditakdirkan mati
Satu untuk Penguasa Kegelapan di takhtanya yang kelam
Di negeri Mordor di mana Bayang-bayang merajalela
Satu cincin ‘tuk menguasai mereka semua
Satu cincin ‘tuk membawa mereka semua dan dalam
Kegelapan mengikat mereka
Di negeri mordor dimana Bayang-bayang merajalela



DISEBUAH DESA YANG TENANG DI SHIRE, SEORANG HOBBIT MUDA BERNAMA FRODDO BAGGINS MENDAPAT WARISAN CINCIN BERTUAH YANG MENYIMPAN KEKUATAN DAHSYAT. AGAR CINCIN UTAMA ITU TIDAK JATUH KETANGAN SAURON YANG JAHAT, FRODDO MESTI MNGADAKAN PERJALANAN PANJANG DAN PENUH BAHAYA KEGUNUNG API DI MORDOR, UNTUK MEMUSNAHKAN CINCIN TERSEBUT, BERSAMA KEDELAPAN SAHABATNYA, IA BERANGKAT DIPIMPIN OLEH GANDALF SANG PENYIHIR, KESEMBILAN PEMBAWA CINCINITU MEMULAI PERJALANAN, TETAPI SAURON DAN PARA ANAK BUAHNYA TIDAK TINGGAL DIAM


The Fellowship Of The Ring – Sembilan Pembawa Cincin
Diceritakan bahwa cincin yang diwarisi Frodo dari Bilbo ternyata adalah cincin utama, yang paling penting dari rangkaian cincin kekuasaan. Karena itulah frodo dan kawan-kawannya terpaksa pergi meninggalkan rumah mereka yang tenang di Shire. Sepanjang perjalanan mereka terus dibayang-bayangin oleh para Penunggang Hitam dari Mordor. Akhirnya dengan bantuaan Aragorn, penjaga hutan dari Eriador, mereka berhasil melewati berbagai bahaya mengerikan, dan tiba di rumah Elrond di Rivendell.

Di sana diadakan rapat besar, dan diputuskan bahwa cincin itu mesti dihancurkan. Frodo lah yang ditunjuk sebagai pembawa cincin. Selain dirinya akan ikut beberapa orang lain untuk membantunya dalam perjalanan menuju gunung api di mordor, wilayah sang musuh sendiri untuk menghancurkan cincin tersebut. Rombongan mereka terdiri dari Aragorn dan Boromir putra penguasa Gondor, mewakili bangsa manusia. Legolas putra raja peri di Mirkwood mewakili kaum peri. Gimli putra Gloin dari pegunungan sunyi, mewakili kaum kurcaci. Frodo bersama pelayannya Samwise dan dua kerabatnya, Meriadoc dan Paregrin mewakili kaum Hobbit, dan Gandalf Sang Penyihir.



Rombongan itu mengadakan perjalanan panjang yang rahasia, jauh dari Rivendell di utara. Ketika mendapat kesulitan menyebrangi pegunungan Caradhras di musim dingin, Gandalf memimpin mereka melewati gerbang rahasia yang membawa mereka ke tambang-tambang Moria, mencari jalan dibawah pegunungan. Disana gandalf bertarung dengan Balrog, makhluk dahsyat dari dunia bawah, dan ia jatuh kejurang tak berdasar. Maka Aragorn putra Arathorn mengambil alih pimpinan. Ia membawa mereka melewati Gerbang Timur Moria, melintasi Lorien Negeri Kaum Peri, dan menyusuri sungai besar Anduin, hingga tiba di Air Terjun Rauros. Mereka menyadari bahwa ada mata-mata yang mengawasi, diantaranya Gollum, makhluk yang pernah memiliki cincin itu dimasa silam.

Kini mereka memutuskan, apakah akan berbelok ketimur menuju Mordor, atau ikut dengan Boromir ke Minas Tirith, kota utama Gondor untuk membantu dalam peperangan yang akan berlangsung. Atau haruskah mereka memisahkan diri ?
Ketika frodo menegaskan bahawa ia hendak terus berjalan menuju Mordor, Boromir berusaha merampas cincin itu..........
Buku pertama diakhiri dengan peristiwa jatuhnya Boromir pada nafsu untuk memiliki cincin itu, yang berakibat pada menghilangnya Frodo dan Samwise. Sementara itu para anggota rombongan yang lain tercerai-berai karena serangan mendadak kaum Orc, yang sebagian melayani Sang Penguasa Kegelapan dari Mordor, dan sebagian lagi pelayan Saruman dari Isengard