Perjalanan Lintas Sumatera Batam- Tanjung Balai Karimun - Riau - Sumatera Barat, Dengan Sepeda Motor - livejournalofasad.com

Wednesday, February 03, 2016

Perjalanan Lintas Sumatera Batam- Tanjung Balai Karimun - Riau - Sumatera Barat, Dengan Sepeda Motor

Kali ini saya dan seorang teman melakukan perjalanan atau touring dengan membawa sepeda motor dengan rute dan waktu yang sedikit memaksa dari Tanjung Balai Karimun (TBK) menuju Pekanbaru lalu Sumatera Barat.  Karena saya bermukim di kota Batam sedangkan motor milik teman saya ada TBK, artinya saya harus menuju ke TBK terlebih dahulu, dengan membeli tiket kapal ferry seharga Rp. 95.000 sekali jalan menuju TBK,  sebenarnya membeli tiket Pulang Pergi akan lebih murah sekitar Rp. 140.00 saja,  namun dikarenakan jam kepulangan saya ke batam belum pasti dan terdapat beberapa pilihan kapal ferry, maka saya memutuskan membeli tiket sekali jalan saja. 

Saya menaiki ferry pukul 17.00 WIB namun sepertinya ferry terlambat berangkat baru sekitar pukul 17.30 WIB kapal berangkat,  normalnya untuk menuju karimun hanya memerlukan waktu sekitar satu jam saja namun entah mengapa hari ini ferry terasa berjalan begitu lambat dan benar saja tepat pukul 19.00 WIB fery baru berlabuh di pelabuhan karimun,  perasaan was was dan cemas tentu menyelimuti kami dikarenakan kami harus mengejar kapal roro (roll on-roll off.red) yang dijadwalkan berangkat pukul 20.00 WIB menuju ke pelabuhan mengkapan di Tanjung Buton di daratan Provinsi Riau. 

Dengan sedikit terburu buru kami menuju rumah teman saya mengambil motor lalu tancap gas menuju pelabuhan, Alhamdulillah kapal masih siaga dan dalam proses bongkar muat. Sebelum membeli tiket kita di wajibkan mengurus surat jalan dari kepolisian, tapi jangan kawatir karena di samping loket penjualan tiket terdapat loket untuk mengurus surat jalan kendaraan dari kepolisian, syaratnya cukup menunjukan KTP dan STNK asli, tujuan dari pembuatan surat jalan ini tentu saja untuk memastikan bahwa kendaraan yang kita bawa itu jelas pemilik dan asal usulnya untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, untuk mengurus surat jalan ini tidak dikenakan biaya alias gratis. Setelah surat jalan selesai lalu kami membeli tiket kapal seharga Rp. 58.000 untuk penumpang dan Rp. 154.000 untuk kendaraan jenis 1 yaitu sepeda motor. Pukul 21.00 barulah kapal meninggalkan pelabuhan, terlambat satu jam dari jadwalnya. 


Kapal Barang dan Penumpang Ro Ro
Ini penampakan ruangan penumpang pada umumnya atau kelas ekonomi, oh ya motor terparkir di bawah ini ruangan berada di lantai 2 kapal. Fasilitas ruangan seadanya saja dengan kursi kursi berjejer dari plastik yang pastinya tidak empuk, namun jangan kawatir bagi anda yang ingin kursi yang lebih baik dan empuk dan ber AC ada ruangan kelas eksekutif di bagian depan kapal, cukup hanya dengan membayar Rp. 20.000 untuk dewasa dan Rp. 5000 untuk anak-anak kita dapat menikmati fasilitas ini. Pukul 09.30 pagi keesokan harinya kapal tiba dan sandar di pelabuhan mengkapan Tg. Buton, artinya memakan waktu sekitar 12 jam 30 menitan.


Pelabuhan Mengkapan - Tanjung Buton - Riau

Perjalanan menggunakan motor pun di mulai, dengan bermodalkan peta dan GPS by Google Maps di Hp kami tancap gas. Tujuan pertama kami yaitu Pekanbaru, karena teman saya sekaligus ada keperluan di Kota Pekanbaru, untuk mencapai Pekanbaru kami akan melewati Kabupaten Siak yang terkenal dengan dua hal yakni salah satu daerah penghasil minyak di Provinsi Riau yang merupakan Provinsi penghasil minyak terbesar di Indonesia dan daerah yang memiliki sungai siak yang merupakan sungai terdalam di tanah air. Jalanan di menit menit pertama yang kami lalui sedikit 

membuat kami shock karena jalanan nya jelek dan rusak sehingga membuat kami terpaksa menurunkan laju kendaraan kami, itu artinya waktu tempuh yang ditunjukkan di Google Maps bakalan tidak sesuai hiks. Jalanan yang kami lalui pertama dinamakan Pipe Line Road, terang saja karena sepanjang perjalanan terdapat saluran pipa-pipa minyak.

Pipe Lines Road
Selang beberapa kilo meter kemudian akhirnya kami menemukan jalanan yang mulus dan tampak lenggang oleh kendaraan lalu kami disuguhkan pemandangan nan indah kebun sawit yang terhampar luas dan asri.

Perusahaan Pertambangan Minyak Di Siak dan Api Abadinya
Sekitar pukul 12.30 kami tiba di Kota Pekanbaru itu artinya kami memakan waktu sekitar 3 jam an sedikit meleset dari perkiraan di Google Maps, namun goole maps kan asumsinya menggunakan mobil sedangkan kami menggunakan motor hehe. Kami istirahat sejenak sembari teman saya menyelesaikan urusannya di sini.

Kota Pekanbaru Yang Lagi Mendung
Pukul 14.00 WIB kami melanjutkan perjalanan kembali, tujuan kami adalah Kota Bukittinggi di Sumatera Barat, langsung set Google Maps, dengan jarak tempuh sekitar 216 KM. Perjalanan menuju Bukittinggi menurut peta maka kami akan melewati beberapa kabupaten dan kota yang berada diwilayah Provinsi Riau dan Sumater Barat, diantaranya Kampar, Bangkinang, Lima Puluh Kota dan Payakumbuh. Perjalanan tampak sepi saat kam melewati jalanan yang jarang terdapat rumah penduduk maupun toko toko yang berjejer di pinggir jalan, namun akan sedikit ramai dan macet saat kami melewati daerah yang mana terdapat banyak rumah penduduk ditepi tepi jalan, serta toko toko yang berjejer. 

Welcome to Bangkinang
Perjalanan kami tampak begitu lancar kami terus berpacu denga laju kendaraan kami hanya sekali atau dua kali kami berhenti saat bertemu pom bensin untuk mengisi bahan bakar kami maupun istirahat sejenak lima atau sepuluh menit demi melepas lelah punggung dan pantat yang terasa kaku. Setelah melewati Kabupaten Bangkinang yang termasuk ramai penduduk akhirnya tantangan sedikit menghadang kami, jalanan tampak terus menanjak dan berkelok kelok sepertinya kami menuju puncak dan ketinggian, wah ternyata perjuangan menerobos jalan yang berkelok kelok tersebut membuahkan hasil, tepat pukul 18.00 wib atau jam 6 sore kami tiba di jalan atau jembatan yang sangat terkenal bahkan dijadikan objek wisata yaitu Kelok Sembilan yang terletak di Kabupaten Lima Puluh Kota. Kelok Sembilan atau Kelok 9 merupakan jalan penghubung lintas tengah sumatera dan pantai timur sumatera, jalan ini mempunyai kelok dan tikungan yang tajam yang mempunyai lebar kurang lebih 5 meter saja.


Kelok Sembilan - Negeri Lima Puluh Kota
Setelah berhenti sejenak menikmati keindahan jembatan kelok sembilan kami melanjutkan perjalanan, hari tampak sudah mulai gelap kami terus berpacu dengan laju kendaraan kami, hanya sekali berhenti untuk menunaikan sholat magrib. Dalam gemerlap malam kami menembus keramaian Kota Payakumbuh yang malam itu terasa sangat dingin menusuk ke tiap pori-pori kami, mungkin juga tidak hanya karena cuaca yang memang tampak mendung, tapi karena badan ini juga terasa sangat lelah sepertinya sudah menempuh jarak ratusan kilometer. Pukul 20.30 WIB akhirnya kami tida juga di pusat Kota Bukittinggi, lalu kami berkeliling mencari penginapan demi melepas lelah dan terpaan udara dingin Kota Bukittinggi ini.

Kota Bukittinggi


Bukittinggi pernah menjadi saksi bisu sejarah perjuangan Bangsa Indonesia, dimana kota ini pernah menjadi ibu kota pemerintahan darurat Republik Indonesia dikala Jogjakarta dikuasai oleh Belanda pada tahun 1948 hingga 1949.


Salah Satu Saksi Bisu Perjuangan Bangsa Indonesia - Istana Bung Hatta sang Proklamator

Lobang Jepang - Saksi Sejarah Bangsa Indonesia

Pagi itu udara di kota Bukittinggi terasa begitu menusuk, terang saja sesaat saya melihat accu weather di gadget saya menunjukkan suhu 21 derajat celcius, sedangkan biasa di Kota Batam tempat saya bermukim suhu diantara 30 - 32 derajat celcius. Dengan semangat membara udara dingin kami tembus, tujuan kami selanjutnya yaitu Kota Padang, dengan jarak tempuh sekitar 94 KM. 

Untuk mencapai Kota Padang kami akan melewati sebuah kota yang boleh dikatakan kota terkecil yang ada di Sumatera Barat yaitu Kota Padang Panjang, kota ini berada di kawasan pegunungan yang tentunya berhawa sejuk. Sepanjang perjalanan dari Bukittinggi menuju Padang Panjang kami disuguhi suasana pedesaan yang begitu hijau nan asri, tampak tanaman padi yang begitu hijau di pinggiran jalan sepi beraspal dengan latar belakang pegunungan yang tampak berkabut pagi itu. Terlihat hanya beberapa rumah penduduk yang berdiri kokoh pinggiran jalan yang kami lalui.




Pedesaan Di Pinggiran Bukittinggi menuju Padang Panjang

Suasana Jalanan  Trans Sumatera yang menghubungkan Bukittingi - Padang Panjang dan Kota Padang Tampak Lenggang
Setelah melewati Padang Panjang lalu tibalah kami di salah satu cagar alam dan wisata yang begitu memukai yaitu Air Terjun Lembah Anai atau orang sini biasa menyebutnya" Aia Mancua Lembah Anai". Untuk mencapai air terjun ini juga sangat mudah karena berada tepat di tepi jalan menuju Kota Padang yaitu Jalan Raya Trans Sumatera jalan yang kami lalui.

Air Terjun Lembah Anai - Narsis Doeluuuu
Setelah menikmati dinginnya air terjun Lembah Anai kami melanjutkan perjalanan kembali, dan tidak lama kemudian tibalah kami di Ibu Kota Provinsi Sumatera Barat, yaitu Kota Padang. Suasana kota siang itu tampak lenggang namun udara panas terasa menyengat sekali. Kami pun beristirahat melepas penat dan lelah di Kota ini.

Lembah Anai

Masjid Raya Sumatera Barat di Kota Padang
Aliran Sungai Besar di Pinggiran Kota Padang
Selanjutnya tujuan kami adalah sebuah danau yang merupakan danau terluas ke dua di pulau sumatera yaitu Danau Singkarak. Untuk mencapai danau ini dari kota Padang harus menempuh jarak sekitar 78 kilometer dan akan melewati Kabupaten Solok.


Suasana Pedesaan di Kabupaten Solok yang terkenal dengan sebutan Bareh Solok karena hasil padi nya yang melimpah

Setelah melewati Kabupaten Solok tidak lama kemudian bertemulah kita dengan Danau Singkarak. Yang mana menurut sumber Wikipedia Indonesia danau ini berada di ketinggian 365, 5 meter diatas permukaan laut (mdpl) dan memunyai luas permukaan air hingga 11.200 kilometer dan mempunyai kedalaman mencapai 268 meter, wow


Danau Singkarak

Danau Singkarak seperti lautan cermin
Oh ya danau ini juga selalu dijadikan tempat kejuaraan balap sepeda yang menjadi agenda tahunan dari Persatuan Balap Sepeda Internasional yang biasa dikenal dengan  - 
Tour de Singkarak. 

Setelah puas menikmati keindahan danau kami melanjutkan perjalanan kembali membelah Kabupaten Tanah Datar dan melalui Kota Batu Sangkar menuju Payakumbuh kembali.

Perbukitan Di Kabupaten Tanah Datar - Batu Sangkar

Hi, pemandangan yang tidak selalu bisa saya saksikan

Sang Xeon dan Penunggangnya Yang Telah Menempuh Jarak Lebih dari 1000 KM - Lokasi : Kabupaten Tanah Datar - 
Hari sudah menjelang magrib saat kami tiba di Payakumbuh, segera kami mencari penginapan untuk bermalam dan beristirahat setelah lelah seharian berkendara tentunya.

Hotel Mangkuto - Payakumbuh - Sumatera Barat
Hiiiiii, malam itu kami menginap di Hotel Mangkuto yang terletak sedikit di pinggiran kota Payakumbuh, dari luar terlihat seperti rumah pribadi nan luas namun tampak sedikit kurang terawat, namun mempunyai fasilitas yang memadai di dalamnya, serta mempunyai pemandangan yang indah di balik ini hotel.

Di Balik Hotel Mangkuto

Dibelakang hotel terdapat sebuah kolam ikan yang luas dan berdiri rumah makan milik hotel dengan pemandangan alam sawah yang di kelilingi pegunungan.


Keesokan harinya kami melanjutkan perjalanan pulang melalui Pelabuhan Mengkapan, Tanjung Buton, namun tidak ada pilihan lain kami harus melalui jalur yang sama yaitu Menembus udara pagi yang dingin di kota Payakumbuh , lalu melewati kelok sembilan yang termasyur menuju Kampar dan Bangkinang, bertemu dengan Kota Pekanbaru yang terik dan akhirnya tiba kembali di Pelabuhan Mengkapan, Tanjung Buton untuk melanjutkan perjalanan kembali ke Tanjung Balai Karimun dengan menumpang kapal Ro Ro pada pukul 20.00 WIB dijadwalkan pada malam harinya.



Catatan : Untuk jadwal kapal Ro Ro dari Tanjung Balai Karimun Menuju Pelabuhan Mengkapan di Tanjung Buton adanya setiap hari Senin, Rabu, dan Jumat pada pukul 20.00 WIB. Sedangkan untuk jadwal dari Pelabuhan Mengkapan, Tanjung Buton menuju Tanjung Balai Karimun adanya setiap hari Selasa, Kamis dan Sabtu pada pukul 20.00 WIB.
FYI : Kami Berangkat dari Tanjung Balai Karimun Rabu dan Kembali Sabtu

86 comments:

sarah eyie said...

wow amazing...dengan motor kecil pun bisa menempuh perjalanan jauh....berapa hari waktu tempuh pulang perginya bang ? pertualangan seperti ini ni yang membakar semangat!

Agus Saputra Asad said...

hehehe, iyah mba Sarah, pokoknya seru banget deh bisa merasakan sensasi keliling jalan lintas sumatera dengan motor biasa. kemarin cuma menghabiskan waktu 4 hari saja mba hehe, sedikit maksa dan mengejar waktu sih dengan jarak tempuh pulang pergi lebih dari 1000 km....

Pangkalan Sarana Operasi Bea dan Cukai Tipe B Batam said...

Woww....Mantap.!!!
Daerah mana iini??
Kalo Naik Vespa Berani Ga gus??

Rina said...

biayanya lumayan ya Sad
BTW kalo aku naik motor jauh-jauh ga tahan bagian belakang nya, pegeeell :">

Eka Handa said...

Aaaaaaahhh, pengen banget kesana lagi, keren ih, perjalanan jauh ditempuh dgn motor, envy jadinya..

Agus Saputra Asad said...

Ahahahahah, lumayan tempos pantat kak rina, capek n pegel pastinya eheheh, tp seru sih bisa explore.... Yukkk eka handa kapan kita main lagi ke sumbar, kerennn euyy disana

danan wahyu said...

kayaknya aku ngga sanggup motoran kaya gini , pantat bia tepos

Agus Saputra Asad said...

Wkwkwk, akoh juga udah jadi tepos nih kak danan,....

Agus Saputra Asad said...

Hajarrr mas, vespaan kita haha

Syahransyah said...

Sungguh perjalanan yang melelahkan dan menyita pikiran ya Mas..hee

Agus Saputra Asad said...

Wah iyah lelah dan capek pastinya mas Syahransyah, tp terbayar sih merasa puas dan asyik mas hehehe, Trims sudah mampir

ruziana said...

Waaah...pake mobil dr pku ke pdg aja pegeel...ni pake motor...saluuut

Agus Saputra Asad said...

Hahaha, makasih kak ruziana, capek pastinya tapi terbayar sama hasilnya hehe...

Travengler ahmad said...

keren mas asad,sempat juga ternyata singgah ke kampung halaman saya,Payakumbuh tacinto

Agus Saputra Asad said...

Hahaha, trimsss @Ahmad, ia sayang dirimu gk lg dikampung mad, kalo gk kan sayee bisa diajak keliling tuh hehe

Exaudio Siregar said...

Wow! Keren! Ke Bukit Tinggi pula, pengen ke sana, tapi blm kesampean juga :D

Anisa Ae said...

Wuaaah, aku juga pingi bawa motor ke sana :D

Agus Saputra Asad said...

Hahaha trimss @Exaudio Siregar๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

Agus Saputra Asad said...

@Annisa Ae, yupsss ayok diwujudkan hehe

Cumilebay MazToro said...

Aku perna ke tanjung balai sekitar 2004 an , hawa udara nya bikin pengap gerah di badan karna banyak tambang minyak. Apakah sekarang masih seperti itu ????

Halim said...

Seruuuu banget perjalanannya, jadi ikut merasakan saat membaca tulisan di atas. Gambar pengemudi motor yang membawa monyet pemetik kelapa beneran pemandangan yang nggak bisa dilihat. ^^

Agus Saputra Asad said...

@Cumilebay, wah taon 2004 an mas, kayaknya malah masi asri waktu itu ya hehe

Agus Saputra Asad said...

@Halim, hahaha ia mas seru banget emang perjalanannya hehe, ia tuh sy juga masi tersenyum senyum kalau inget moment itu mas monyetnya di bonceng hehe

lians atvia said...

trims infonya gan,,, kami mau coba dlu naik xenia sporty 15 juni ini ,,, selamat idul fitri 2016 ,,,,,,,,,

Agus Saputra Asad said...

hai @Lians Atvia, sip sama2 gan...wah2 semoga sukses perjalanannya nanti gan...Selamat Idul Fitri gan,, eh tp blom yak masih bulan puasa hehe

Muhammad Refal said...

Selamat pagi. Kalau boleh tau kemarin bawa motor dari tanjung buton ke tanjung balai karimun berapaan ongkosnya ya?

Agus Saputra Asad said...

Dear @Muhammad Refal, ongkosnya Rp. 58.000 untuk penumpang dan Rp. 154.000 untuk sepeda motor mas

Muhammad Refal said...

Ok pak terima kasih infonya...

Bareto said...

Dari penjelasan diatas kita dpt data sbb:
Batan ke TBK: tarif 95rb, waktu 1 jam.
TBK ke Mengkapan: tarif 58rb, waktu 12 jam.
Biasanya tarif sebanding dg jarak dan waktu.
Tp ini pelayaran dg waktu 1 jam lbh mahal dr pd pelayaran 12 jam.
Bisa tolong dijelaskan mengapa demikian?
Tks.

Agus Saputra Asad said...

Dear Pak @Bareto Yups bener sekali pak, nah penjelasannya sebenarnya jarak antara Batam ke TBK cukup jauh tapi karena menggunakan kapal jenis ferry yang cepat sehingga butuh waktu singkat namun harga juga jadi lebih mahal tentunya. Nah untuk yang dari TBK ke Mengkapan menggunakan kapal jenis Ro Ro kapal besar yang lebih dipergunakan untuk mengangkut kendaraan2 seperti mobil dan motor, namun kapal ini berjalan perlahan sehingga mencapai mengkapan butuh waktu 12 jam an, selain itu kapal ini juga milik ASDP sehingga harga lebih merakyat tentunya hehe, sekian penjelasannya pak

Farhan said...

Saya saat ini tinggal di tanjungpinang,,,asli padang,,,kayaknya seru kalau berangkat dari Tanjungpinang ke padang. kalau lihat di website ASDP berikut jadwal kapalnya http://www.indonesiaferry.co.id/id/jadwalkapal/detail/4. Tapi saya tidak tahu jalan dari tanjung buton ke Padang. Apakah ada daerah rawan kriminal selama perjalanan?

Agus Saputra Asad said...

wah pasti seru itu mas @Farhan, harus dicoba hehe. wah tenang saja mas sepanjang perjalanan dari Buton menuju Pekanbaru hingga Padang melewati keramaian koq mas, paling hanya sesekali melewati perkebunan sawit, selebihnya jika tidak bisa menggunakan GPS bisa bertanya kepada warga sekitar koq mas, atau mengikuti papan petunjuk arah disetiap persimpangan.

Bareto said...

Makasih penjelasannya Asad. Masuk akal. Memang kapal cepat tarif per km-nya lbh mahal.
Btw, apa kita bisa bawa sepeda kedlm kapal cepat?
Bgm pula dengan tarifnya?

Agus Saputra Asad said...

Sippp sama2 mas @Bareto, sepeda bisa mas masuk kapal cepat soalnya besarnya sama aja dengan bagasi seperti jenis tas dan koper gitu bisa diangkat2, kalo tarif dari mana kemana ini mas

Jefri Rafman said...

aturan main nya lewt laut dari mana kemana dulu.. taw apa bisa dari batam langsung ke buton???

Agus Saputra Asad said...

mas Jefri, kalo dari batam harus ke Tanjung Balai Karimun dulu mas, soalnya kapal roro yang ke Buton cuma ada dari Tanjung Balai Karimun, nah untuk ke Karimun juga ada kapal roro dari batam mas

Annisa Setiawardani said...

Hallo! saya nyari2 di web cara tempuh ke buton, tapi saya dari Batam... kalo roro ke Buton ada ga ya yg dari Batam? kalo ada pelabuhan mana? thank u

Agus Asad said...

Hallo Annisa, roro dari batam langsung ke buton tidak ada, tapi harus transit di Tanjung Balai Karimun, jd kamu harus naik roro dulu ke Tanjung Balai Karimun dari pelabuhan punggur, nah nanti dari Karimun baru melanjutkan perjalanan ke Buton, untuk jadwal pastinya harus datang langsung ke pelabuhan roro di Punggur

yanuar tri andono chaerul said...

Nah ini saya mau nanya bang, saya mau ke Semarang membawa motor, ini lewatnya mana ni, kalau bisa yg lebih dekat bang, saya bingung bang dan biyayanya sekiranya berpa?

Agus Asad said...

@Yanuar Ini stay dimana, mau kesemarangnya dari mana dulu ini hehe

Unknown said...

Boleh minta no tlpnnya gak om... Klau d call kayaknya lebih jelas... Saya ada rencana mau bawak mobil dari pekanbaru ke batam

bella chan said...

Tarif untuk mobil brp ya... Buton-TBK, TBK-BATAM..

Yurinanda said...

Keren pak tulisannya, terima kasih juga buat infonya

Agus Saputra Asad said...

Terima kasih bu @Yurinanda semoga bermanfaat ya

Yunias said...

salut Mas, bisa dipakai acuan sama netter yang laen (jempol!)

Agus Saputra Asad said...

@Pak Yunias, siapp pak terima kasih banyak sudah mampir sini hehe, semoga bermanfaat

Rafi Maizar said...

kira2 estimasi waktu perjalanan dari batam ke padang berapa lama ya mas.

saya rencana ingin touring dari batam sampai padang membawa sepeda motor.

Terima kasih

Agus Saputra Asad said...

@Rafi Maizar kalo dari Batam harus pastikan dulu jadwal kapal roro ke karimunnya dan jadwal kapal roro ke Buton, karena jika tidak sinkron ya berarti harus nginep di Karimun. Kalau jadwal kapal roro dari karimun ke buton ada di tulisan saya di atas infonya

Farrell Keanu said...

Amazing lah....

Agus Saputra Asad said...

@Farrel Keanu Trims gan

Ival Aprilia said...

Jadi kita beli tiket 2 kali ya gan..? Batam - Karimun & Karimun - Buton

Ival Aprilia said...

Jadi kita beli tiket 2 kali ya gan..? Batam - Karimun & Karimun - Buton

Agus Saputra Asad said...

@Ival Aprilia Yoi bener gan, beli tiket dua kali, dari batam ke karimun dulu nanti baru beli tiket lagi karimun ke buton, setelah sampai buton tinggal perjalanan darat semua

Dedi Cob said...

Ada kapal roro batam ke karimun?
Terus, rawan begal buton ke Padang jam berapa?

Agus Asad said...

Mas @Dedi Cob ada mas dari punggur kapalnya, sudah pernah dia kali perjalanan buton ke padang tapi Alhamdulillah tidak kena begal mas, ya kalo perjalanan siang lebih aman pastinya mas

Dedi Cob said...

Dari buton ke Padang, apa banyak jalan berkelok, apa bisa di pacu kecepatan 100kilometer Per jam?
Soalnya, saya lintas Padang sibolga malam hari, ada motor matic mencurigakan, saya diintai terus dari belakang, sesekali pengendara matic itu tangan kirinya ke dalam jaket seperti ambil sesuatu. Dan saya gk bisa pacu kecepatan karena jalan berkelok.

Agus Asad said...

Mas @Dedi Cop lumayan berkelok kelok mas dan kalo jalan siang hari lumayan rame jd tidak bisa ngebut apalagi buton ke padang akan melewati pekanbaru, bangkinang dan lain lain, melewati pemukiman pendududuk yang lumayan ramai. Tp intinya jalanan relatif aman karena ramai tadi

Ival Aprilia said...

Nice info gan.. Thread yg sangat membantu buat para Travelers maupun calon Perantau seperti saya...

Ival Aprilia said...

Nice info gan.. Thread yg sangat membantu buat para Travelers maupun calon Perantau seperti saya...

Agus Saputra Asad said...

@Ival Aprilia, siap sama sama gan, senang bisa saling berbagi

Unknown said...

Mas klu dr batam ke medan tau jalur nya ga mas dgn kapal apa yg bs angkut mobil? lebih dekat melalui Jalur laut atau jalur darat lwt buton. Dan tau info hrga tiketnya..trmksh mas, saya bnr2 butuh info nya.

Agus Saputra Asad said...

Kalo mau langsung dari Batam ke Medan kirim lewat kargo kontainer mas, nanti mereka bisa naik kapal kelud ke medan atau kapal expedisi laennya, kalo mau bawa sendiri ya mesti lewat Buton mas, kalo sudah sampai Pekanbaru menuju medan gampang koq mas ada petunjuk jalannya di lampu merah lampu merah

amri ragil said...

Mas kalo mau ke buton dr batam bawa mobil harus singgah ke TBK ya mas? Apa bisa langsung gt mas tanpa k TBK? Kira kira biayanya brp ya mas kalo bawa mobil? Mohon pencerahannya mas

Agus Asad said...

Mas @Amri Ragil, ia mas kalo mau naik kapal roro, soalnya belum ada kapal roro yang langsung dari Batam ke Buton, jd harus ke Kerimun dulu

amri ragil said...

O gt ya mas, kalo kita mau cek tarif nya bisa online gk mas? Ada situsnya mas?
Maklum mas saya baru d batam
Makasi ya mas pencerahannya

Unknown said...

Wah seru juga tuh, klw saya bawa motor FTZ dari Batam bisa gak bang, terus gmn cara ngurusnya.....klw bisa saya mw Ke pekan baru bang.

sylvia Utami said...

Keren Bg,saya memang ad rencana pakai motor mau ke pku.
Tpi motor ny dr batam,boleh info bg brp ongkos naik roro dr batam ke tbk nya

Agus Saputra Asad said...

@Amri Ragil, hehe untuk up to date harga sepertinya langsung ke pelabuhannya saja mas lebih puas dan pasti juga kan

Agus Saputra Asad said...

Bisa mas, langsung ke pelabuhan punggur saja mas untuk lebih jelas dan pastinya

Agus Saputra Asad said...

@Sylvia Utami, wah mantap...untuk harga pastinya sepertinya langsung ke pelabuhan punggur aja mba hehe dan buat memastikan jadwal roro nya juga soalnya jadwal roro tidak setiap hari ada ke TBK mba

Dike Agusdi Fahmi said...

Syaratnya Untuk keluar motor vixion tahun 2016 dari batam - karimun -buton naek roro itu pake pajak atau gmn mas?
Mohon info nya terima kasih

Bagi dong Gan said...

Naik motor apa mas

Agus Saputra Asad said...

@Bagi Dong Gan, itu dibawahnya ada penampakan motornya mas hehe

Agus Saputra Asad said...

@Dike ia mas kalo motor keluaran Batam yang ada fasilitas FTZ harus ngurus dulu PPN nya ke kantor BC mas sama kepolisiann

Bagi dong Gan said...
This comment has been removed by the author.
Romi Itto Kusuma Manalu said...

Berapa duit bang keluar dari kantong selama perjalanan ?? Total semua nya bang

jefri rafman said...

yg ada ftz cuma minta surat jalan dulu apa ngurus ppn nya???

Rafi Maizar said...

@agus thanks mas infonya, btw kapan ada rencana mau kesana lagi?
bisa info2 mas

hehehe

Rafi Maizar said...

ada yg punya rencana berangkat ke padang ga dari batam tahun 2018???

via sepeda motor

Indra Qrexzir said...

Lwat plabuhan mana mudik pkai mtor kang

Unknown said...

Askm asad kalo dari tg. Pinang berarti saya langsung naik roro ke tbk aja lah ya. Ga perlu ke batam lagi. Dari tbk lgsg ke mengkapan.kalo bawa mobil ongkos dari tbk ke mengkapannya berapa ya mas asad. Tq mas. Salam kenal anak pinang

PKS-PT.PEPUTRA SUPRA JAYA said...

mas tolong update mas perjalanan dari button ke batam, apa bisa ? trus prosedurnya susah apa enggak mas?

Yanhlmn N said...

Perjalanan yg menantang...pengen juga traveling motor..dari pekanbaru ke TBK dan Batam...kalau ada perjalanan..infokan dong..tuk refreshing kejenuhan kerja.z

Yanhlmn N said...

Enak juga traveling pake motor..dari pekanbaru apa bisa ya...tolong kabari ya

Yanhlmn N said...

Yang ada mudik dari pku Buton ke Batam...๐Ÿ˜€

luthfi said...

bang, boleh minta kontaknya? mau nanya2 tentang perjalanan darat dari riau ke batam