Festival Pulau Penyengat - Kental Akan Budaya Melayu - livejournalofasad.com

Wednesday, February 24, 2016

Festival Pulau Penyengat - Kental Akan Budaya Melayu

Festival Pulau Penyengat, Photo By : Dispar Tanjung Pinang

Sabtu dan minggu lalu saya dan teman-teman dari Batam ikut meramaikan sebuah Festival yang diadakan di kota Tanjung Pinang, tepatnya di Pulau Penyengat yaitu Festival Pulau Penyengat. Festival yang rencananya akan menjadi agenda tahunan ini tentunya sangat sayang kalau dilewatkan, karena keberadaan pulau penyengat ini yang merupakan pulau sangat bersejarah bagi masyarakat melayu pada khususnya.

Pulau Penyengat merupakan pusat kerajaan melayu Riau - Lingga, di Pulau ini sendiri terdapat makam Raja Ali Haji yang termasyur dengan karya Gurindam Dua Belas nya dan juga merupakan penulis kitab pengetahuan bahasa yang selanjutnya dijadikan dasar bahasa indonesia.

Menurut cerita (sumber wikipedia indonesia) pulau ini awalnya dikenal oleh para pelaut sejak berabad-abad yang lalu kerena menjadi tempat persinggahan untuk mengambil air tawar yang cukup banyak tersedia di pulau ini. Dari cerita rakyat setempat nama pulau ini berasal dari nama hewan sebangsa serangga yang mempunyai sengat, alkisah ada para pelaut yang melanggar pantang larang ketika mengambil air bersih disini, maka mereka diserang oleh ratusan serangga berbisa, binatang ini yang kemudian disebut Penyengat dan akhirnya pulau ini dinamakan Pulau Penyengat. Sementara orang-orang Belanda saat itu menyebut pulau ini sebagai Pulau Mars, namun tidak ada catatan resmi juga tentang hal ini.

Untuk mencapai pulau penyengat sendiri tidaklah sulit, seperti hal nya kami dari Batam, karena begitu antusias ny kami walaupun pada saat itu Batam di landa hujan yang sangat deras namun tidak menyurutkan niat kami yang telah jauh jauh hari ingin menghadiri festival ini. Cukup dengan membayar tiket kapal fery Rp. 56.000,- saja untuk sekali jalan menuju kota Tanjung Pinang yang merupakan gerbang masuk menuju pulau penyengat. Setibanya di Tanjung Pinang yang dapat ditempuh hanya satu jam saja kita kemudian melanjutkan perjalanan menuju pulau penyengat yang berada tidak jauh dari pelabuhan Tanjung Pinang. Dengan membayar tiket kapal pompong sebesar Rp. 7.000,- dengan waktu tempuh hanya 10 menit saja tibalah kita di Pulau Penyengat, pulau yang sangat melegenda ditanah melayu ini.

Pompong Yang Berhias, sekaligus mengikuti perlombaan pompong hias
Setibanya di pelabuhan Pulau Penyengat kita langsung disambut dengan spaduk ukuran besar Festival Pulau Penyengat. 

Spanduk Festival Pulau Penyengat di Pelabuhan Pulau Penyengat
Setelah memasuki gerbang Pulau Penyengat lalu kita akan menemui spanduk berukuran cukup besar yang memuat informasi berbagai kegiatan acara yang dilaksanakan selama 5 (lima) hari berturut-turut ini. Berbagai acara khas budaya melayu ditampilkan disini, sebut saja perlombaan kuliner melayu, pembacaan Gurindam 12 yang termasyur, perlombaan dan permainan tradisional seperti Perlombaan Gasing, Sampan Layar, Jong, Ngambat Itik, Pukul Bantal, Lomba Gasing terdapat disini. Selain perlombaan juga ada pentas seni yang dilaksanakan pada malam harinya.

Sesuai dengan temanya #PenyengatMenyapaDunia, acara ini sendiri turut diikuti dan dihadiri oleh perwakilan beberapa negara sahabat, sebut saja Malaysia, Singapore, dan Brunei. Mereka tidak hanya sekedar datang menghadiri namun juga mengirimkan putra putri terbaik mereka untuk turut serta dalam berbagai macam perlombaan tersebut.

Rundown Acara Festival Pulau Penyengat
Mesjid Bersejarah Pulau Penyengat
Pengunjung Membludak di Pulau Penyengat
Tampak antusiasme masyarakat sekitar maupun masyarakat dari luar kota Tanjung Pinang berbondong bondong datang ke perhelatan akbar ini.


Papan Petunjuk di Pulau Penyengat
Terdapat beberapa papan petunjuk yang terletak di tiap sudut dan persimpangan jalan sehingga memudahkan bagi pengunjung untuk menelusuri tiap sudut pulau ini.

Seorang Pengunjung Tampak Asyik Membaca Sejarah Pulau Penyengat
Sejarah pulau penyengat juga dapat kita baca disini, terdapat sebuah papan besar berisi tulisan tangan tentang sejarah pulau ini.

Menyicipi Hasil Lomba Kuliner 
Berbagai Pernak Pernik Buatan Tangan Di Jual Oleh Pengrajin
Ajang ini juga berdampak pada masyarakat sekitarnya terutama pada pengrajin karya seni, karena mereka berkesempatan memamerkan dan menjual hasil karya seni olahan tangan mereka disini.

Suasana Lomba Kuliner
Kue Kasida - Salah satu makanan tradisional khas melayu
Lomba Perahu Layar - Photo By www.dananwahyu.com
Lomba Perahu layar diikuti oleh peserta yang datang tidak hanya dari daerah pulau penyengat dan sekitarnya, namun juga dihadiri oleh perwakilan dari masyarakat pesisir dari provinsi lainnya, bahkan ada juga perwakilan dari negara sahabat yaitu malaysia.

Lomba Ngambat Itik - Photo By www.dananwahyu.com

Lomba Ngambat Itik adalah salah satu perlombaan yang unik menurut saya, beberapa itik akan di lepas di perairan, lalu peserta lomba akan berlomba lomba mengambatnya atau menangkapnya, yang pasti unik dan lucu karena pastinya itiknya akan lari tunggang langgang tidak mau ditangkap, karena berada di dalam air peserta yang handal berenang tentunya berpeluang lebih besar untuk menang.


Lomba Pukul Bantal - Photo By www.dananwahyu.com
Nah kalo perlombaan satu ini, yaitu Lomba Pukul Bantal biasanya sering diadakan saaat perayaan Hari Kemerdekaan. Dua orang akan duduk diatas sebuah batang kayu diatas air lalu mereka akan saling beradu dengan menggunakan bantal guling, siapa yang bertahan tentu sebagai pemenangnya.



Lomba Gasing, Photo By www.dananwahyu.com
Permainan gasing merupakan permainan tradisional masyarakat melayu sejak zaman dahulu.

Tampak Layangan Raksasa Berlatar Layangan Warna Warni Berjejer di Loma Layang - Layang
Nah lomba yang satu ini juga menarik banyak perhatian warga dan para photografer untuk mengabadikan moment layangan yang meliuk liuk diudara tertiup angin. Loma Layang - Layang tidak hanya diikuti oleh masyarakat sekitar saja, namun juga diikuti oleh perwakilan dari provinsi provinsi lainnya.


Bernarsis Ria - Location : Temukan Sendiri Di Pulau Penyengat
Nah kalo yang satu ini ibarat musim semi di Pulau Penyengat, untuk lokasinya temukan sendiri ya guys di Pulau Penyengat.


Agenda Festival Pulau Penyengat ini sendiri direncakan akan menjadi agenda tahunan Kementerian Pariwisata bersama Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau dan Kota Tanjung Pinang. Dengan menjadi agenda tahunan tentunya dapat membantu melestarikan budaya melayu yang terasa begitu kental di pulau penyengat ini, disamping itu tentu dapat membangkitkan wawasan wisata dan kecintaan akan budaya kita. 




28 comments:

Chairudin Lukman said...

Mampir juga yah kakak diblog ane www.chai-capcay.com

Eka Handa said...

Tahun depan kesana lagi yuk

Agus Saputra Asad said...

trimssss kakak chai-capcay.com udah mampirrr.....okeh kak siappppppp...melipirrr

Agus Saputra Asad said...

iyah dong eka, hijabtraveler.com....
harus kesana lagi kitah ...semoga taon depan semakin baik pelaksanaannya dan acaranya semakin buanyakkkk

Dian Radiata said...

Penasaran aku ama kue kasida itu... Asad sempat nyicipin gak?
Moga tahun depan aku bisa ikut seru2an di Festival Penyengat...

Dian Radiata said...

Penasaran aku ama kue kasida itu... Asad sempat nyicipin gak?
Moga tahun depan aku bisa ikut seru2an di Festival Penyengat...

Dwi Sugiarto said...

Pulau penyengat berarti pernah dikuasai kerajaan islam ya mas silsilahnya dari keturunan mana rajanya?

Agus Saputra Asad said...

huhuhu, ia mba dian adventurose.com, sama aq jg penasaran mau icip blom bisa nunggu dinilai dulu, maren cuma sempet icip sotong masak item aja.....Ia mba dian...taon depan cusss kita kesana rame2an lagi...asyekkkk

Agus Saputra Asad said...

hi mas @Dwi Sugiarto , salam kenal..catatan sejarah resminya masih simpang siur sih mas, yang jelas dahulu pada abad ke 18 dan 19 pernah menjadi kediaman para raja2 melayu saat itu mas, bukti peninggalan sejarahnya banyak disana, salah satunya makan Raja Ali Haji ada disana mas, Raja Ali Haji yang terkenal akan karya Gurindam 12 nya.

Anjar Sundari said...

Seru ya mas festivalnya, dan hebatnya dihadiri juga beberapa negara tetangga. Terus kerajinannya itu bagus sekali, dari kerang ya?

Blognya juga keren :)

Gustyanita Pratiwi said...

Saya tertarik pingin nyobain kue kasidanya nih, unik

Agus Saputra Asad said...

wah iyah @Anjar Sundari......seru banget festivalnya....ia nih dihadiri beberapa negara juga ni soalnya cikal bakal menjadi event internasional dan event tahunan, so next taon depan main2 yah kesini ke pulau penyengat hehehe....makasih sudah mampir

Agus Saputra Asad said...

Hi @Gustyanita, salam kenal, terima kasih udah mampirr..... iyah nih kuenya unik sama pengen nyobain tp maren blom kesampaian juga karna masih di lombakan, hiks....

danan said...

dan tetep ya foto ngehits ala ala musim semi terpapar

ru said...

waah...ada saya mejeng di sini...
semoga tahun depan kita bisa ngumpul lg ya

Agus Saputra Asad said...

Iyahhhh unizara.com, moga taon depan bisa main ke event itu lagiii

Andy Langit said...

salam kenal mas...
seru bnget kyaknya festivalnya. klo pergi ke penyengat lg saya mau donk diajak..heheheh..

Agus Saputra Asad said...

Salam kenal kembali mas Andy, hayukkk mas next kita explore penyengat lagi hehe

Amri Evianti said...

Lomba Pukul bantal? wahhh asik ya, kalau jatuh di air kalah ya? perhitungannya hehe

Agus Saputra Asad said...

Mba @Amri Aviati, yuppp bener skali mba siapa yg bertahan di atas yg menang ahahaa, lucu n seru deh

evrinasp said...

tetap ya wefie ujungnya hehe, pulaunya memang kental aroma melayu terlihat juga dari corakyang ada di bangunan

Agus Saputra Asad said...

Hahahahaha ia mba @evrinasp ujung2nya ngeksis, ahahaha

http://manyunosd.blogspot.co.id/ said...

lengkap banget mba bagus tuh buat liburan

manyun osd said...

lengkap banget mba bagus tuh buat liburan

Eka Dewi Puspita said...

Taon depan cuss ke penyengat lagi kita

Agus Saputra Asad said...

Trims @manyun osd, trims jg sudah mampir sini
@eka dewi, cusss eka berangkat lagi kita ntr kesana, tak perlu nunggu taon depan haha

arreza mp said...

sayang banget kemarin gak bisa kesini

hiks hiks

Agus Saputra Asad said...

hehehe, taon depannnn mas @Arreza kitaaa kesana lagi....asyekkkk