Our social:

Adventure | Traveler | Challenge | Lifestyle

Thursday, May 12, 2016

Mengintip Sejarah 3 Candi Kecil di Yogyakarta

Saat kita mendengar kata Jogja, apa yang pertama kali terbesit di pikiran kita? Kulinernya yang identik dengan rasa yang manis seperti misalnya gudeg, atau mungkin logo daerahnya yang terkenal seperti Dagadu, atau bisa juga keunikan pohon beringin kembarnya yang terletak di alun-alun selatan kota kesenian ini. Jika harus di ceritakan satu persatu tidak akan ada habisnya menceritakan keunikan kota ini. Karena Jogja memiliki pesona tersendiri yang membuat kita mungkin tidak cukup satu kali saja untuk mengunjungi kota yang memiliki beraneka ragam nama ini.

Bagi kita yang menyukai hal-hal yng berbau sejarah pasti sudah merupakan hal yang aneh, bagi setiap wisatawan untuk mengetahui destinasi populer yang ada di Yogyakarta, misalkan Candi Perambanan. Yogyakarta tidak hanya memiliki satu candi, ada banyak candi yang bisa dikunjungi di Yogya, antara lain :

Candi Sambi Sari
Candi Sambi Sari, belum banyak orang yang mengenal tentang candi ini yang ternyata lokasinya berada di Yogyakarta dan lebih tepatnya di wilayah Kabupaten Sleman. Dimana jarak Kabupaten Sleman berkisar 12,8 km atau setara 30 menit. Candi yang di bangun pada abad ke dua puluh dan beraliran Syiwaistis ini secara tidak sengaja di temukan oleh salah seorang petani dari Desa Sambisari yang bernama Karyoniangun ketika beliau sedang menggarap tanah di ladangnya pada tahun 1966.

Sumber: herulegowo.files.wordpress.com

Candi yang di perkirakan tertutup oleh abu vulkanik dan tanah sejak tahun 1006 M ini di nyatakan oleh para pakar geologis dan arkeolog; bahwa tahun itu adanya letusan dahsyat dari gunung vulkanik yang berhasil menimbun candi setinggi 7,5 m ini dengan tanah.

Setelah adanya proses penggalian pada tahun 1966, yang di lakukan oleh para arkeolog dan warga setempat akhirnya berhasil di temukan kepastian jika memang benar adanya bukan hanya sebuah reruntuhan kuno semata tetapi adalah candi yang peradabannya sempat terputus akibat peristiwa alam yang dahsyat.

Jika dibandingkan dengan candi-candi HIndu lainnya, candi ini memiliki suatu ciri khas karena bangunannya terletak tepat di bawah permukaan tanah dengan kedalaman 6,5m, sehingga saat kita melihatnya dari arah samping, maka candi ini seakan-akan timbul dari dalam tanah. Nah bagi kalian yang tertarik mengunjungi tempat wisaya ini, biaya masuknya hanya Rp. 3.000 per orang saja. Candi ini dibuka untuk umum dari pukul 07.00 - 17.00 WIB

Candi Ratu Boko
Setelah mendengar nama ini apa kalian telah mengetahui candi yang di maksud? Padahal lokasinya tidak terlalu jauh loh dari Candi Prambanan yakni berjalan kaki sedikit saja kita akan menemukan lokasi ini yang berada lebih kurang 3 km di arah selatan Candi Prambanan. Candi ini merupakan sebuah peninggalan prasejarah dari Kerajaan Mataram Kuno. Konon Candi ini dahulu di bangun pada masa pemerintahan Rakai Panangkaran, Dimana saat itu beliau merupakan salah seorang keturunan Wangsa Syailendra. Berdasarkan pemberian informasi dari para sejarahwan, candi ini memiliki banyak fungsi, misalnya antara lain dapat di gunakan benteng pertahanan dari pihak musuh, tempat ibadah, maupun sebagai gua tempat melarikan diri.

Keistimewaan lainnya dari candi ini adalah memiliki sifat profan yang di tonjolkan dengan penampilan keputren dan paseban. Ukiran-ukiran candi yang terpatri indah merupakan suatu perpaduan kompleks dari dua agama paling tua di Indonesia, Budha dan Hindu. Hal ini bisa di lihat dengan jelas dari penampakan patung-patung yang tengah berdiri berdampingan seperti misalnya patung Lingga dan Yoni, Arca Ganesha, serta sebuah perakat emas yang di tuliskan Om Rudra ya Namah Swaha. Prakat itu di maksudkan untuk salah satu bentuk puji syukur kepada Dewa Rudra, nama lain dari Dewa Shiva atau Siwa.

Pemandangan yang dapat ditawarkan dari candi ini yakni kita bisa melihat pemandangan Kota Jogja yang berada disebelah utara dan Candi Prambanan dengan indah berbaur dengan Gunung Merapi di belakangnya. Harga tiket masuk ke dalam Candi Ratu Boko ini sebesar Rp. 15.000 per orang. Jika kita ingin menikmati suasana saat matahari mulai terbenam dari candi ini maka ada biaya tambahan yang dikenakan sebesar Rp. 40.000. Candi ini dibuka untuk umum pukul 06.00 - 17.00 WIB.

                                  Sumber: tentangjogja.id


Candi Sari
Tidak kalah indah dan kaya akan sejarah nya Candi Sari ini berlokasi tidak terlalu jauh dari Candi Kalasan, yakni 3000 meter dari arah timur. Candi yang di dirikan oleh agama Budha nampak berbeda terlihat pada bentuk dari stupa yang terdapat pada di puncaknya. Arkeolog memperkirakan pembangunan candi ini sekitar abad ke 8 masehi dimana pada saat itu pemerintahan Rakai Panangkaran sedang bersamaan membangun Candi Kalasan. 


Sumber: Wikimedia.org

Berbeda  dengan keindahan candi lainnya, candi ini menampakan kesederhanaan. Dimana sisa dari tangga depan candi ini mengalami kerusakan  akibat bencana alam berabad-abad silam. Pondasi bingkai dan Kalamakara di atas ambang pintu menambah kuat kesan sederhana bagi candi ini di karenakan ukiran indah yang meliuk terpatri di dinding luar depan pintu. Tiket masuk candi ini sangatlah murah, masyarakat setempat yang mengurus candi ini, anda hanya perlu membayar Rp2.000 per-oranag untuk dapat memasukinya dan candi ini di buka pada pukul yang relatif sebentar di banding candi lainnya yakni 09:00-17:00 wib. 

Jadi, jika kalian datang ke kota ini jangan lupa ya mengunjungi candi-candi ini, nah kalo kalian ingin mencara penginapan dan hotel di wilayah Yogyakarta kalian bisa melihatnya di Hotel Pilihan.

Selamat berlibur guys....

13 comments:

  1. Masih ke prambanan dan borobudur aja, yg lain mudah2an ada rejeki

    ReplyDelete
  2. Kalo ngomongin Jogja aku pasti ingat..... Rangga dan Cinta hahahaha....
    Dari 3 candi ini aku baru pernah ke Candi Sambi Sari aja, soalnya deket ama tempat tinggal kakakku dulu... Pengen euy ke Ratu Boko..

    ReplyDelete
  3. kak @Rina, hayuk kak next time explore Jogja lagi hehe...Aminnn....

    ReplyDelete
  4. Mba @Dian... duh yang baru liburan di Jogja yang ala ala cinta n rangga versi naik becak hihihi...Wah senengnya mba ada kakaknya disana mesti bisa sering2 maen ke jogja entar hehehe

    ReplyDelete
  5. Jadi ingat pas jaman SMP Tas Dagadu populer banget, hehe.. Candi Ratu Boko tuh keren banget buat nikmatin sunsetnya ^-^

    ReplyDelete
  6. ah sama eka, waktu itu tas Dagadu populer banget ea....btw kita seangkatan lah ya hihihi....Aminnn semoga nanti suatu hari bisa maen kesana ya ekaa....

    ReplyDelete
  7. kangen jogja ... efek gara gara nonton AADC 2 nieh ... hiks hiks

    ReplyDelete
  8. makasih mas Arreza.....hehe...sy juga keren koq mas hahah,,,,apaan sih

    ReplyDelete
  9. huahahaha.....siappp.....kaming soon kak danan wahyu............

    ReplyDelete
  10. waaah ternyata banyak juga candi di jogja ya,,,taunya cuma prambanan..hahhahaha
    semoga ada waktu bisa kesana lagi mengunjungi candi2 ini

    ReplyDelete
  11. Aminnnnnn Aminnnn....semoga kak sarah...jogja emang selalu menggoda sih kak banyak tempat wisatanya hehe...

    ReplyDelete

Anyone can give the idea, information or question
Dont Be Shy.....