livejournalofasad.com: Coret Moret
Showing posts with label Coret Moret. Show all posts
Showing posts with label Coret Moret. Show all posts

Friday, October 21, 2016

Tribute to Iqbal Rois Kaimudin Sang Pemilik Jalankemanagitu Sang Pejuang Kehidupan

October 21, 2016 20
Tribute to Iqbal Rois Kaimudin Sang Pemilik Jalankemanagitu Sang Pejuang Kehidupan


Iqbal Rois Kaimudin namanya, aku sendiri baru mengenalnya belum genap dua tahun terakhir ini tepatnya pada 20 November 2015 kami bertemu pertama kali pada acara pertemuan antara anggota yang tergabung dalam Grup Blogger Kepri dengan perwakilan dari Dinas Pariwisata Kepri bertempat di rumah makan saung sunda Batam Centre. Yap kami tergabung dalam grup Blogger Kepri yang awalnya terbentuk dari Grup WA yang diprakarsai oleh teh Lina Sasmita sang pemilik www.linasasmita.com, sehingga belum pernah bertatap muka langsung sebelumnya, hanya berinteraksi melalui percakapan grup WA.

Innalillahiwainnalillahirojiun...
Iqbal Rois Kaimudin
Lahir Jayapura 05 Juni 1987
Wafat Batam 13 Oktober 2016

Begitu singkat hidupmu sobat, namun begitu bermakan hidup yang kau jalani...
Singkat cerita beliau ini adalah sang Cancer Survivor. Beliau menderita penyakit mematikan ini setahun belakangan. Bagaimana kisah mengharukan dalam perjuangan beliau untuk bertahan bisa di baca disini  'JalanKemanaGitu'

Berikut sepenggal status terakhir di wall facebook pribadi beliau :

"Semangat Sembuhku"

“Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir.”(QS.Yusuf: 87)

“Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan ‘Inna lillaahi wa innaa ilaihi roji’uun’. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk ”. (QS. Al-Baqaroh: 155-157) "

"Sesungguhnya besarnya pahala sebanding dengan besarnya ujian. Dan sesungguhnya jika Allah mencintai suatu kaum pasti Dia menguji mereka. Maka siapa yang ridha (terhadapnya) maka baginya keridhaan Allah, dan siapa yang marah (terhadapnya) maka baginya kemurkaan Allah." (HR. Al-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

“Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu...” (QS.Ghofir: 60)

“Tidaklah seorang muslim yang tertimpa gangguan berupa penyakit atau semacamnya, kecuali Allah akan menggugurkan bersama dengannya dosa-dosanya, sebagaimana pohon yang menggugurkan dedaunannya.” (HR. Bukhari Muslim) "  09 Oktober 2016

Tidak secuilpun saya lihat ada kata berputus asa,  hanya sabar dan tak mengenal kata menyerah itulah yang selalu ada di fikiran beliau, walaupun rasa sakit yang berkepanjangan sudah menjadi makanan sehari - hari beliau. Yap Kanker stadium 4 yang beliau derita sejak setahun belakangan ini telah menggerogoti sedikit demi sedikit tubuh nya. Berbagai cara dan alternatif pengobatan telah beliau jalankan ini menjadi bukti kegigihan dari usaha beliau bersama keluarga untuk mencapai suatu tujuan yaitu sembuh seperti sedia kala, namun sang pencipta Allah SWT ternyata begitu sayang kepada beliau, beliau akhirnya menghembuskan nafas terakhir dalam kondisi berjuang melawan ujian dari Nya, Syahid kah !!! Wallahu A'lam Bishawab.

Tentang Iqbal : 

Beliau adalah seseorang yang multitalenta, seseorang penulis yang begitu handal dalam merangkai kata-kata sehingga memudahkan siapa saja mengerti akan maksud dan tujuan dari penulisannya, yap 'JalanKemanaGitu' adalah blog milik nya...siapa sih orang batam yang hobby travelling yang engga tau blog jalankemanagitu. Yap mungkin agak lebay namun seperti itulah istilahnya, blog beliau ini seperti buku panduan wisata gratis yang bisa diakses siapa saja.

Beliau memiliki suara emas yang membuat siapa saja mendengar beliau bernyayi akan merasa senang. Terbukti dari begitu banyak piala lomba menyanyi yang beliau raih semasa hidupnya.

Beliau adalah seseorang yang memiliki otak cerdas dan kritis, tidak mau membenarkan sesuatu dari hal hal yang dibenar-benarkan. Terbukti dengan pengabdian beliau semasa hidup dapat bekerja di salah satu Bank BUMN terbaik di negeri ini.

Beliau adalah seorang pemuda yang taat beribadah dan takut akan tuhannya, terbukti dengan salah satu kegiatan beliau adalah tergabung dalam Jabal Arafah Community yaitu komunitas pemuda & pemudi Masjid Jabal Arafah Batam.

Selamat jalan Iqbal...
Selamat berpetualang ketujuan hidup yang sesungguhnya...


Jika ada yang bertanya tujuan akhir dari judul blogmu jalankemagitu Yaitu jalan untuk menghadap kepadaNya...

Walau raga telah tiada, budi baik akan terkenang sepanjang masa...

#TributeToJalanKemanaGitu
#TibuteToIqbalRoisKaimudin


Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain, semasa hidupmu kau telah sangat bermanfaat buat orang lain dan kini kau telah tiadapun masih terus bermanfaat buat orang lain melalui tulisanmu di ''JalanKemanaGitu'


Mengenang Iqbal Rois Kaimudin :

Pertemuan pertama saya dengan Iqbal saat Garhering Blogger Kepri dengan Dinas Pariwisata Kepri, doi berada di sebelah kanan paling belakang sebaris dengan saya

Saat menjenguk doi dirumah sakit dan lucunya doi walaupun sakit masih sangat bersemangat hingga mau berjalan berkeliling mengunjungi teman  lainnya yang sedang sakit juga di rumah sakit yang sama...
Iqbal dalam salah satu ajang perlombaan nyanyi

Iqbal tergabung dalam komunitas Jalab Arafah Commnunity . Photo by Koleksi FB Iqbal Rois Kaimudin

Iqbal dan Bank BTN. Photo by Koleksi Pribadi FB Iqbal Rois Kaimudin

Selamat Jalan Iqbal Rois Kaimudin.

Thursday, August 04, 2016

Kisah Dibalik Lagu Resah Payung Teduh

August 04, 2016 8
Kisah Dibalik Lagu Resah Payung Teduh

Belakangan ini tiba-tiba saja saya jadi tertarik dengan lagu-lagunya si Payung Teduh, grup band indonesia yang beraliran keroncong dan jazz menurut saya, saya sendiri baru mengenal dan suka dengan lagu-lagunya baru-baru ini saja, padahal grup ini sendiri terbentuk dari tahun 2007 oleh dua orang sahabat yang kabarnya berprofesi sebagai pemusik di teater pagupon yang senang nongkrong bersama dikantin Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, wah seni banget deh pokoknya.

Semua lagu-lagu yang dimiliki dan dibawakan oleh grup ini sangat teduh dan adem sesuai deh dengan nama grup bandnya, saat mendengarnya seakan-akan kita merasa damai dan imajinasi kemana-kemana, buat saya sih hehe. Singkat cerita, dari beberapa lagu yang dimiliki oleh Payung Teduh saya sangat tertarik dengan lagunya yang berjudul 'Resah'. Musik dan iramanya seakan menusuk pori-pori dan membuat fikiran melayang-layang entah kemana plus sedikit merinding saat mendengarkan lagu ini dikamar sendirian menggunakan headset, lah kok bisa ?

Iya bisa, soalnya saat mendengarkan lirik di reff keduanya berbunyi seperti ini liriknya :

"Aku menunggu dengan sabar di atas sini melayang-layang
 Tergoyang angin menantikan tubuh itu"

Sebenarnya saya paling jarang mau memperhatikan lirik lirik lagu dengan maknanya yang dalam, tapi kali ini ada yang sedikit mengganjal sih dengan lirik diatas apalagi kalau disambungkan dengan lirik lirik sebelumnya. Singkat cerita makin penasaran deh akhirnya seaching dan browsing lah semua tentang lagu resah by payung teduh ini, wow....tiba-tiba kaget deh koq banyak yang ngebahas misteri dibalik lagu resah ini, ternyata benar ada yang janggal dengan liriknya dari beberapa artikel yang dapat saya rangkum : "Salah satu personil Payung Teduh yang bernama Aziz Kartiko atau yang sering dipanggil 'Comi' adalah seorang dosen, saat itu dia menceritakan kepada mahasiswanya tentang darimana lirik lagu resah ini berasal, lalu ia memceritakan semua bermula dari pengalaman Comi sendiri saat hiking bersama teman-temannya, nah diceritakan ada salah seorang teman cowoknya yang bercerita bahwa dia lagi ada masalah cinta, lalu ditengah perjalanan, temannya ini hilang, semua mencari kemana-mana, namun tidak ditemukan juga, akhirnya mereka sepakat menunggu dan berharap temannya ini kembali di pos pemberhentian berikutnya, namun setibanya disana pun belum ditemukan juga, mereka terus berusaha, akhirnya pencarianpun berbuah, namun tidak manis tetapi begitu pahit, karena mereka menemukan temannya ini sudah tidak bernyawa gantung diri diatas pohon, dan ternyata dia mengantongi sebuah kertas yang berisi puisi tulisannya, nah penggaan puisi temannya inilah kemudian dimasukkan kedalam lirik lagu Resah ".

Kembali ke lirik lagu resah tadi :


Paraararaa parararara parararara parararara
Parararara parararara huuuuu huhu..

Aku ingin berjalan bersamamu dalam hujan dan malam gelap

Tapi aku tak bisa melihat matamu
(Reff) Aku ingin berdua denganmu di antara daun gugur
Aku ingin berdua denganmu tapi aku hanya melihat keresahanmu



Parararara.. Parararara.. Parararara... Pararara…
Parararara.. Parararara.. Huuu.. Huuu…
Aku menunggu dengan sabar di atas sini melayang-layang
Tergoyang angin menantikan tubuh itu
(Reff 2x)

Nah kalau kita lihat dari lirik-lirik diatas sebenarnya kalau lirik di Reff pertama sih tidak terlalu janggal dan aneh menurut saya, kan wajar kalau kekasih ingin berjalan berdua dimalam hari hujan hujanan maksudnya mungkin saja mengharap hujan gerimis kali ya, selanjutnya berdua diantara daun gugur juga romantis banget itu.

Nah saat tiba di Reff kedua ini yang bikin sedikit meringding hihihi...
"Aku menunggu dengan sabar di atas sini
Melayang-layang tergoyang angin menantikan tubuh itu "
Maksudnya apa ya melayang-layang dan menantikan tubuh itu, hihihi, apakah disini artinya sang tokoh yang diceritakan dilirik ini sudah tiada?

Terlepas dari benar tidaknya cerita diatas yang jelas saya sangat suka dengan lagu ini hehe., malah bikin penasaran...


Untuk Full Musiknya disini : https://www.youtube.com/watch?v=4WXDbAP4Im8

Thursday, June 02, 2016

Kenangan Yang Tersisa Dari Ayah

June 02, 2016 11
Kenangan Yang Tersisa Dari Ayah

Hemmm, aku menghela nafas panjang didalam kamar hotel yang cukup mewah ini. Hari ini aku berada jauh dari kampung halamanku jauh dari keluargaku. Sekilas tidak ada yang kurang disini semua kebutuhan bisa terpenuhi, namun entah mengapa seperti ada yang hilang dan tenggelam dalam kenangan, aku bergerak dalam imaji tiba-tiba semua kenangan masa kecilku terasa perlahan masuk ke dalam tiap pori-pori tubuh ini, yap tepat hari ini 4 tahun sudah berlalu aku kehilangan seseorang yang begitu sangat berarti buat hidupku, sosok seseorang yang selalu menyemangatiku dikala aku bimbang, dikala aku ragu, dikala aku takut, Ayahhhh.

Semua kenangan masa kecilku serasa begitu mengganggu otak ini, seperti aku masuk kedalamnya, terasa begitu hangat dan damai saat tubuh mungil ini dipeluk olehnya, Ayah...Tak terasa tetesan air mata pun bergulir perlahan, tidak semua air mata itu jahat.

                                            "Kenangan Yang Tersisa Dari Ayah"

Aku ingin bercerita tentangmu Ayah...

Tentang panas terik yang mengiringi kepergianmu Ayah...

Tentang hujan gerimis yang membasahi pilar nisanmu Ayah...

Tentang kasih sayang yang kau berikan Ayah...

Yang takkan habis tergores oleh zaman yang 
kian membelenggu jiwa ini Ayah...


Kukan slalu mengenangmu Ayah...



Bukan hendak menggugat takdir kematianmu Ayah...


Ataupun menghujat sang pemilik maut Ayah...

Kepergiamu adalah pelajaran tanpa kamus dan perenungan panjang untuk dipahami Ayah...

Tuk wujudkan syukur dan menghargai setiap kasih sayang dan pengorbananmu Ayah...

Hidup terus berlanjut Ayah...

Ku berjanji padamu Ayah...

Tuk melanjutkan skenario hidup ini yang semakin terasa berat Ayah...

seandainya aku diberi kesempatan skali lagi tuk bertemu
 denganmu Ayah...

Aku hanya ingin mengatakan Betapa Aku Menyayangimu Ayah...


Kota Jakarta Malam Ini








Hotel Mercure, Ancol 02 Juni 2016

08.42 PM




Thursday, December 11, 2014

Inspirasi dari Sahabat ( Cerita "ketika" Kecil)

December 11, 2014 6
Inspirasi dari Sahabat ( Cerita "ketika" Kecil)

Cerita Sahabat...Sepenggal Kisah Yang Abadi


By : Lilik Miskam Alkarim

Cerita (ketika) Kecil

Abstract


Sekilas mungkin berlebih, ketika hal yang sebenarnya terjadi tapi diceritakan kembali. Bahkan mungkin sekilas menambah-nambahkan takala pengalama dituliskan ketika waktu telah lama terlewat. Tetapi, cerita untuk menginspirasi bukanlah hal yang tak baik untuk dibagikan. Atau bahkan, sebuah cerita sederhana akan menjadi peneyemangat bagi sedikit pendengar atau pembaca. Tapi, semoga saja bisa menjadi pemicu yang besar bagi sedikit orang. Hal tersebut mungkin akan jauh lebih efektif dari keikutsertaan seminar motivasi bagi banyak orang yang terkadang "terpaksa" menghadirinya karena trend atau karena harus ada ditengah-tengah peserta. Brikut, bukan fiksi atau dongeng mungkin meski sebahagian mungkin berfikir ini adalah karangan. Yang jelas, cerita "biasa" ini punya harapan ingin berbagi inspirasi dan share-motivation buat sipenoreh cerita dan "mudah-mudahan" pembacanya.

Lamunan si Kecil yang "kecil".

Terpaan angin yang menyambar ujung kemuning padi sekilas mampu mengerlitkan mata sibocah yang sedang memandang jauh ke ujung persawahan. Kadang dia tersenyum, bernyanyi dalam hati, tapi tak jarang keningnya berkerut dan tampak berpikir dalam. Dan, kadang pula buliran bening ikut menetes bersama butiran embun yang jatuh dari pucuk-pucuk daun padi di depannya. Ya, mungkin takut lamunannya menjeburkannya kedalam lumpur yang kotor tak jauh darinya. Tetapi, sepertinya sang burung tahu persis isi terdalam hati si bocah, bahwa dia tak suka sawah. Hahahah... memang, dapur sang ibu yang memaksanya harus turun untuk menghalau burung yang hendak mengambil padi yang akan menjadi miliknya. Dan tak jarang dia harus menyiangi rumput-rumput di antara rumpun padi dengan jari-jari kecilnya kedalam lumpur. Dia tak punya pilihan :(

Jika sibocah boleh memilih, dia akan memilih pergi ke tempat kursus-kursus idamannya seusai waktu sekolah. Atau, dia akan melakukan sepenuh hati untuk larut bersama tugas-tugas sekolahnya. Bukan "harus" pergi ke ladang untuk menyirami benih kacang panjang, memetik daun singkong untuk dibawa ke pasar esok dini hari seusai subuh bersama adik dan ibunya. Tapi, dia tetap tak punya pilihan :(
Justru semua dilakukan si kecil bersama keluarga hanya karena mereka milih untuk tak pasrah dan menerima semua yang akan tetap sama. Mereka bersama ingin mengubah banyak hal untuk menyabut mentari siang :)

Si kecil memang suka berhalusinasi akan banyak keinginan dan "dongeng" dalam lamunanya. Tak sadar, radio transistor mungil ditangannya mengeluarkan suara kecilllllll yang harus segera dituliskan kecatatan kecilnya. Kata-kata asing yang dicobanya untuk ditulis kembali dengan ejaan versinya sendiri, untuk kemudian dihafalkannya. Tak banyak yang bisa dia tangkap dan tuliskan, karena telinganya tak cukup familiar dengan kata-kata dilafazkan orang-orang dari seberang sana. Kata-kata ini memang sesekali dia dengar dari televisi tetangga tempat biasa menonton bersama.
Ya si bocah tak punya pilihan :( radio transistor kecil ini yang cuma dia bisa pilih untuk mencicil keinginan dan mimpinya untuk bisa mengerti bahasa orang asing, dan siapa tahu bisa menapakkan kaki di negeri orang asing ? hahahah... lagi-lagi bocah itu tersenyum meski dahinya berkernyit tak dapat mendustai sang kecebong yang berenang persis disisi kakinya.


Tapi si kecil selalu mengerti bahwa dia masih bocah, tugasnya hanya belajar yang benar, membantu ibunya, menjaga ladang dan sawah bapaknya serta bermain bersama adik dan tetangganya. Meski, dia mengerti bahwa semua dilakukan untuknya sendiri besar nanti, dan demi keluarganya. Sebab itu, dia harus bersekolah seperti apa yang diinginkan orang tuanya dan mengaji untuk mengerti tak hanya duniawi. 
Si bocah yang cukup energik dan atraktif ditengah-tengah teman tetapi tidak jika ditengah keluarga ini, dengan senang hati menenteng tas kecil yang dibelikan ibunya di kaki lima depan pasar. Alhamdulillah gumamnya, karena tas lamanya sudah banyak lubang hingga pensilnya sering hilang. Terus berjalan ditengah panas tak jadi halangan untuk bocah umur 9 tahun ini. Karena harapan selalu membuatnya girang. Mimpinya selalu bilang bahwa kehidupan nanti takkan seperti ini lagi. Dia tak pernah gundah ketika ditegur oleh temannya yang berangkat dengan mobil oleh ayahnya. Atau, sapaan teman lainnya yang pergi dengan becak dayung agar tak kepanasan. Ya... si bocah ingin seperti mereka. Tapi dalam hatinya dia mengerti bahwa semua belum saatnya untuknya.

Kembali ke sawah sepulang mengaji untuk bercumbu dengan rerumpun kangkung selalu menjadi momok buat si bocah. Tapi semua adalah pilihan, karena kalau tidak dia tak akan bisa membayar BP3 disekolahnya. Untuk itu, dengan serta merta bayangan akan bayaran BP3 selalu menggiringnya untuk melakukan itu semua. 

Dari semua bayangan, kekhawatiran dan mimpi-mimpinya, si kecil punya inspirasi dan motivasi kecil buat dirinya sendiri. Ya, sangat simpel sekali. Dalam hatinya dia hanya bertekad "Aku tidak akan pernah dan mau untuk menggantungkan hidup dari sawah, aku tidak mau seperti para tetangga yang bekerja di pabrik-pabrik dan tidak juga menderes karet atau sawit milik perkebunan" 
Ketakutan ini membuat sikecil terus berusaha dan bertekad untuk sekolah yang benar. Ya, tidak ada yang salah dengan profesi-profesi ini. Dia hanya mengerti bahwa kakinya tak mampu berdiri lama ditangah terik mentari. Tanggannya tak mampu mengangkat beban yang berat dan tenaganya tak seperti para tetangganya.

Tekad sikecil kian bulat dan tertanam didalam hati dan pikirannya. sampai waktu membawanya tumbuh dan tak lagi begitu kecil dan mampu berpikir serta mencari lorong menuju jalan utama.


Mencicil Mimpi yang Kecil

Salinan kecil bahasa asing yang selalu dibawa dari dia kecil, ternyata memberi banyak kontribusi di sekolah barunya. Paling tidak, dia mengerti menjawab ketika guru Inggrisnya bertanya padanya. Jawaban inilah yang membawanya selamat dari hantaman jam-jaman yang terbuat dari papan milik Ibu Simanjuntak gurunya...hahaha. Beruntungnya dia. Paling tidak, bebas dari pukulan sudah meringankan rasa malunya dari teman-temannya yang selalu bertanya kenapa dia masih memakai sandal.

Ya... sandal. Meski sudah lebih satu minggu masuk di sekolah lanjutan barunya, si kecil yang sudah beralih menjadi si remaja ini masih memakai sandal dengan jempol yang terbalut perban :). Karena sementara dia hanya mampu membeli perban untuk kamuplasenya, bukan membeli sepatu. Ya, dia tak punya pilihan :( Pilihannya hanya menunggu Ibunya yang sedang menjenguk bapaknya yang bekerja di kota lain, sambil "berharap" ada uang yang akan dibawa. Paling tidak untuk mengganti uang pendaftaran sekolah yang dipinjam dari teman baru yang baru dikenalnya di tempat pendaftaran sekolah. Alhamdulillah, ada orang baru yang mempercayai si remaja kecil ini....

Sesungguhnya, sang remaja kecil ini tak cukup kuat untuk melawan cerita. Dia hanya punya tangga bambu usang yang tak jarang harus diikat kuat atau disambung dengan ranting untuk menggantungkan mimpinya yang kadang terlalu tinggi. Syukurnya dia selalu mencari temali untuk mengikat tangga menjadi sedikit kokoh untuk menopangnya. Yang dia pegang hanya mimpi kecilnya di saat kecilnya.

Ini salah satu mimpinya, sekolah di kota besar di daerahnya dan cukup menjadi sekolah favorite bagi remaja dikotanya. Meski dia cuma punya harapan yang harus dan harus serta harus dia dapat! ya Beasiswa yang diatawarkan sekolahnya dengan persyaratan blablabla yang dalam hati kecilnya sendiri berpikir tak mungkin dia penuhi. Bukan hanya administrasi, tapi juga persyaratan akademik yang amat sangat berat bagi dirinya yang sebenarnya tak cukup pintar.
Ya, si remaja kecil ini sebenarnya tak cukup pintar. Dia cuma punya semangat dari masa kecil yang dibawanya untuk tetap melangkah dan tak menyerah. Dan akhirnya semangat inilah yang menghantarkan Beasiswa sekolah ketangannya. Paling tidak, satu ketakutan terlewati dalam hidupnya. Bahwa dia akan tetap melanjutkan sekolah tanpa harus membayarnya. Jika saja beasiswa itu tak datang dalam gengamnya, maka semua mimpinya akan musnah karena sekolah takkan lagi menjadi tempatnya.

Alhamdulillahhhh.... akhirnya aku bisa menyetir juga gumamnya dalam hati. Setelah sekian lama memeperhatikan sopir angkutan umum ketika menyetir, dan selalu menghafalkan dalam ingatannya bagaimana cara maju serta mundur. Akhirnya si remaja kecil yakin bahwa dia bisa mengendari mobil. Bukan... bukan untuk menjalani profesi sebagai sopir. Tapi, dia yakin bahwa suatu saat kehidupannya akan menjadi lebih baik. Dan dia mampu menyetir sendiri.
Ya, tak ada yang salah dari profesi sopir. Dia hanya tak ingin beralih profesi dari si penjual kue di sekolah selama sekolah lanjutan menjadi seorang sopir. Atau karena sudah bosan setiap pagi sesudah subuh harus menggoreng bakwan dan memasak Mie yang sudah direndam sejak malam untuk dibungkus dan dibawa ke sekolah untuk dijual ke teman-teman sekolah untuk ongkos transportnya selama 3 tahun sekolah. Tapi, menyetir adalah salah satu keinginan dan cita-cita kecilnya dimasa kecilnya. Paling tidak, dia telah mencicil mimpinya.


Mimpinya Tak Lagi Kecil

Waktu terus belanjut, dan tak bisa untuk dibilang cukup dan berhenti. Si remaja sudah cukup dewasa untuk memilih dan menentukan bagaimana cerita hidup selanjutnya. Paling tidak, bekal tanda tamat belajar dari sekolah lanjutan sedikit membuatnya berani untuk melawan untuk tidak bekerja seperti tetangganya. Mungkin menjadi petugas di supermarket atau tenaga administrasi di perusahaan kecil cukup lumayan buatnya. Tapi... seperti hati kecilnya tak rela jika ternyata mimpinya hanya setinggi itu ia gantungkan. Walau jika melihat bapak, ibu yang sudah hampir menyerah membuat nafas si remaja tersedak dan badannya terasa lunglai. Dia tak punya pilihan :( Meski ia tak mau menyerah..

Kuliah di Ibu kota? hahahah... membawanya terbang ke alam kenangan ketika dia SD, dimana temen-temannya sekelas menertawakannya yang berkata ingin sekali liburan ke Jakarta. Tapi... dia percaya, bahwa ada lilin yang masih bersinar untuk menerangi langkah bimbangnya! walau cuma satu lilin yang ada dalam hatinya. Karena, tak ada tangan yang menggandengnya, tak ada selendang yang mengait dileher untuk menuntunnya. Si remaja hanya punya keyakinan dan keberanian.
Alhamdulillah dia punya ibu yang bijak yang selalu mengajarkannya untuk berani dan bijak membaca keadaan. Ibunya mengajarkan bagaimana berani untuk bicara didepan orang banyak, bersikap dan beretika dihadapan orang yang berbeda-beda. Sehingga, meski terpaksa sang pemuda selalu berani untuk berdiri di depan dan berbicara. Karena, dia tak punya pilihan :(  Jika boleh memilih, dia tak ingin bicara depan orang banyak, dia tak ingin bernyanyi didepan orang banyak.
Dia harus berani berbicara agar orang mengenalnya, agar orang-orang mengapresiasi dirinya dan agar mereka tahu akan kemampuannya. Lebih dari itu, si pemuda ingin mencari jalan untuk melanjutkan mimpinya. Karena tangga bambu tak lagi bambu untuk menyokong tubuhnya.


Jakarta mungkin tempat yang memaparkan mimpi-mimpinya terurai satu per satu. Tak mudah untuk berada di tempat ini. Bukan karena modal yang hanya 500.000 rupiah dipotong ongkos bus dari kotanya ke ibu kota, lebih dari itu bagaimana untuk survive dikota itu. Memang, dia tak harus membayar uang kuliah dan bukunya. Tapi bagaimana dengan makan? sewa kamar?. Dia tak mungkin kembali dan takkan pernah kembali.... harapan sudah begitu besar buatnya. Dia hanya boleh menoleh, bahwa dia punya mimpi yang dibawanya sejak kecil. Dan, lilin yang masih menyala di hati kecilnya, menggambarkan jalan dan cara melalui bayangannya. Membagi ilmu sedikit yang dimiliki, yang didapat dari radio transistor kecilnya dulu kepada orang lain, berbicara didepan orang seperti yang diajarkan ibunya mungkin bisa menyambung modal 320.000 rupiah ketika sampai di kota ini. Alhamdulillah... kota ini mempunyai banyak malaikat yang menguatkannya, yang tak pernah memandangnya sebagai seorang dari seberang dengan banyak ketidakbisaan. Mereka mengajariku lebih bagaimana public speaking, bagaimana menggunakan komputer tanpa harus kursus, bagaimana menyetir dengan baik dan bagaimana menempatkan diri dikota yang sering tak ramah ini. Terima kasih malaikat-malaikatku....


Mimpi Yang Bukan Lagi Mimpi

Si pemuda telah melampaui batas waktu untuk menjadikannya dewasa. Memilih dan berkompetisi adalah hidupnya. Dia telah jujur dengan dirinya, bahwa obsesi bukanlah prioritasnya. Hidupnya sudah melewati mimpi kecilnya disaat kecilnya. Paling tidak, bekal saat kecil ketika dia kursus lewat radio transistor kecil telah mendatangkan banyak manfaat untuknya. Sawah telah memberi pelajaran hidup yang penting baginya untuk melangkah dan berlari bersama mimpi. Daun singkong, memetik kangkung, berjualan di pasar subuh telah mengajarkan tentang arti mengerti orang lain dan lingkungan. Sementara, membantu ibu membuka dan menjaga warung di pasar, berjualan buah di emper toko, membuat dan menjual kue di sekolah telah memberikan pengertian tentang hidup yang tak harus menyerah dan bersyukur.

Kini, langkahnya pernah berjalan diantara rimba beton Tokyo dan seluruh Jepang. Taangannya pernah melenggeng di jantung kota New York city. Matanya pernah menatap indahnya Eropa. Sekolah tak lagi hanya sekolah SD inpres yang dikenang dikampungnya, tapi juga beberapa universitas kenamaan didunia tempat si pemuda pernah belajar.
Mimpinya bukan lagi untuk menjadi pegawai administrasi di perusahaan kecil, semoga saja lebih dari semua mimpi. Karena, diperjalanan hidupnya, kata-katanya pernah didengarkan orang-orang penting di negara lain, pemaparannya pernah diperhatikan dibeberapa kementerian dan departmen negara lain. Semoga semua bisa membuka kenyataan-kenyataan lainnya.

Paling tidak......
Si pemuda pernah memakai kata-kata asing yang dulu dia sadur dari radio kecil ditepian sawah dengan ejaan yang tak karuan. Dia pernah berkendara di tengah kota besar dunia dengan modal ajaran abang sopir angkot semasa sekolah. Serta, dia mengerti benar tentang makna ALHAMDULILLAH....


Terima Kasih

Ditengah kejenuhan, semua gambaran tentang masa-masa kecil cerita kecil ini menjadi penyejuk untuk tetap mempunai gairah dan semangat, bahwa hidup begitu penuh harapan. Jangan menyerah, kuatkan hati, berjiwa besar, percaya diri dan bersyukur. There is only One Life. Thus, there is only Once Chance.

Kemudian, si kecil yang tak lagi kecil mungkin hanya punya satu obsesi kecil. Jika nanti kan ada rezky mempunyai buah hati yang kecil, dia kan menyenangkan dan membahagiakannya dengan tak lupa mengajarkan dan melatihnya untuk mandiri, berhati besar, berani, percaya diri dan berbudi pekerti.

Si kecil yang tak berjiwa kecil mungkin hanya bisa memejamkan mata, hanya untuk sekedar bisa mengucap terima kasih karena belum mampu berbuat lebih. Untuk Ibu dan Bapaknya, keluarganya dan untuk malaikat-malaikat yang yang sudah membukakan matanya tentang dunia dan mengelus pundaknya, menenangkannya untuk menjadi kuat, tegar dan bersyukur.


Closing Note:

Terlepas cerita ini fiksi atau non-fiksi. Atau mungkin merupakan karangan yang terlalu berlebihan, Tapi semoga bisa menjadi inspirasi dan motivasi bagi sipenyampai dan buat yang berkenan membaca.
Semoga memberi manfaat bersama... Amin

Brisbane, February 8, 2011.
By : Lilik Miskam Alkarim
https://www.facebook.com/notes/lilik-miskam-alkarim/cerita-ketika-kecil/199359143410837


Sunday, October 19, 2014

I am Still Here

October 19, 2014 4
I am Still Here
Last post November 29th 2013 !!!

Sepertinya saya tidak akan membiarkan menjadi genap setahun blog ini menjadi vacum tanpa cerita2 yang saya curahkan disini, setelah sekian lama perang batin melawan kemalasan saya untuk menulis, finally ..I am here, and still here.
Moment2 apa saja selama hampir setahun ini saya sudah lewatkan tanpa ada coretan kehidupan di blog ini :

● Dimulai dari akhir tahun 2013, Kasukabe genap sudah berulang tahun yang pertama, hemm apa itu kasukabe ?, kalian bisa dapatkan inpo nya disini....namun sedikit curhat walopun berulang tahun namun tanpa adanya perayaan2 dan pesta2 , tanya kenapa ?, tunggu yah ceritanya....

● Liburan menyambut tahun baru 2014 tentunya, dimanakah saya menghabiskan momen2 yang bagi banyak orang adalah ajang untuk membuat kehidupan kita menjadi lebih baik 
lagi, tentunya kam kita tidak mau menjadi orang yang merugi seperti di Firman Allah SWT......penasaran dengan ceritanya, ditunggu yah....

● Awal tahun 2014, saya mendapatkan tantangan baru dalam karier pekerjaan saya, entah musibah atau keberuntungan sangat sulit buat saya mendeskripsikannya, yang jelas tetap semangat menjalani semuanya 

● Maret 2014, saya melakukan perjalanan panjang dengan sepeda motor alias touring lintas sumatera, TBK-Buton-Pekanbaru-Bukit Tinggi, tentunya melewati Kelok 9 yang termasyur itu loh, namun ada sedikit kekecewaan gara2 musibah kabut asap yang melanda, ditunggu yah ceritanya

● Masih di bulan maret 2014, saya melakukan perjalanan besar, boleh dikatakan besar karena untuk pertama kali nya saya pergi ke suatu tempat yang benar2 memiliki kebudayaan yang berbeda dari tanah air saya, kemanakah saya, ?, India...hemm dengan kata India apakah yang pertama terlintas di benak kalian ?, apakah tariannya, ? makanannya, atau polisi india yang terkenal unik dalam film2 nya hehe, dan tentu tidak lepas dari Taj Mahal dong, yang merupakan salah satu keajaiban dunia, okey ditunggu yah ceritanya

● April 2014, Grup Backpacker Dunia regional Kepri untuk pertama kalinya melakukan Gathering di Batam, grup yang terkenal dengan singkatan BD ini adalah sebuah grup yang saggat berjasa membawa saya untuk pergi mengunjungi negara2 impian yang mana sebelumnya hanya menjadi mimpi bagi saya namun sedikit demi sedikit bisa saya wujudkna, bermodalkam nekad dan tentunya biaya yang sangat bijaksana, ditunggu yah postingan nya...

● Idul Fitri 1435 Hijriyah,...moment2 yang sangat sakral buat saya dan keluarga dan tentunya buat kita semua.....

● Agustus ....hore kita merdeka...dan di bulan ini juga saya genap berusia 27 tahun, rasanya baru kemarin saya masih memegang goli main panah  ? Goli itu bahasa lainnya kelereng atau gundu hehe, 

● By the way, apa kabar kasukabe yah...hehe mungkin ada sepenggal dua penggal cerita yang nanti saya ingin curahkan disini tentang kasukabe

● Akhir September till Awal Oktober saya cap cus lagi keluar negeri, kali ini sekaligus 3 negara, Singapore, Malaysia, Vietnam, koq enak bener sih bisa keluar negeri terus banyak uang yah, eits, tunggu dulu ada trik dan tips nya loh, ditunggu yah ceritanya...

See You yah di cerita2 yg sedang saya tuliskan.......





Friday, November 29, 2013

Cita Cita Jadi Penulis

November 29, 2013 7
Cita Cita Jadi Penulis
          Judulnya Cita Cita Jadi Penulis, hemm cita-cita gue yah...gue elo aja kali, tumben nih nulis pake gue segala bahasanya...ia sih dulu eh sampe sekarang deh salah satu cita-cita gue jadi penulis yang paling tidak menerbitkan sebiji aja buku biar nampang tuh di toko buku, tapi rasanya koq cita-citanya bukan makin deket tapi malah makin kenceng larinya..menjauh maksudnya, ya iyalah pengen jadi penulis tapi males banget buat nulis apa ajalah pokoknya, padahal si blogger dah dengan sangat baik hati menyediakan wadah buat tulisan supaya bisa di publiss dan di baca orang-orang iya kan,,,,ia dehh, makasih buanyak blogger muachhh sayang deh, ish makin stress ni anak, gini nih kalo udah lama gak nulis, udahlah bahasanya gkk karuan, gak beraturan, gimana para pembaca mau mengerti ya kan permirsah.

Kalo gitu kita lanjut lagi deh gila-gilaannya....so mau bahas apa nih, berhubung due baru balik dari dunia persilatan ke dunia tulis menulis jadi bingung deh mau nulis apa, tapi yang penting nulis apa aja deh, tapi  mau nulis apaa, ish ribet banget sih tinggal nulis aja tuh dah jadi tulisan kan dah 2 paragrap malah, hadehhhh #usapusapkening, ish koq usap kening pulak, capek dehh cap cay dehhh...