Our social:

Adventure | Traveler | Challenge | Lifestyle

Saturday, April 15, 2017

Berpetualang Ke Negeri Para Hobbit, South Island New Zealand

www.livejournalofasad.com - Mount Cook NZ
Jika mendengar kata New Zealand apa yang terbersit di fikiran kalian, apakah terbayangkan sekumpulan sapi, domba dan biri-biri di padang ilalang atau gunung-gunung tingginya ? ataukah bahkan Midle Earth alias Dunia Tengah dalam fiksi sang J.R.R Tolkien dalam Serial Lord Of The Ring dan Hobbit nya, yang mana karena serial inilah salah satunya yang membawa saya bertekad menginjakkan kaki dinegeri ini. Sekilas tentang New Zealand, ini adalah sebuah Negara Kepulauan yang terletak di Barat Daya Samudera Pasifik, wow dekat dengan Antartika alias Kutub Selatan dong. Sebuah dunia yang diberikan anugerah keindahan alam yang begitu memukau dari Sang Pencipta. 

Perjalanan panjang menuju New Zealand pun dimulai. Saya dan 3 orang teman telah memegang tiket PP dari Kuala Lumpur menuju Auckland, kota terbesar di New Zealand, tentu dengan harga yang menggiurkan karena promo dari sang raja LCCT Air Asia. Saya sendiri bermukim dari kecil hingga saat ini di kota Batam (bangga dong) hehe, jadi dikarenakan Batam dan Malaysia itu hanya berjarak 2 jam perjalanan menggunakan kapal ferry jadi saya dan 2 orang teman lainnya yang bermukim di Batam juga memilih untuk menumpang kapal ferry menuju Malaysia, kami membeli tiket kapal ferry seharga Rp. 175.000 one way dengan tambahan tax sebesar Rp. 65.000. Kami memilih kapal yang berangkat pukul 13.15 WIB menuju Stulang Laut yang berada di Johor Bahru, Malaysia. Kurang lebih 2 jam perjalanan akhirnya kami tiba di pelabuhan Stulang Laut di Johor. Sedangkan 1 orang teman lainnya akan bertemu dengan kami di malaysia karena dia bermukim di Tanjung Balai Karimun. Nah dari Johor Bahru ke Kuala Lumpur itu berjarak sekitar 350Km, ada dua pilihan untuk memcapai Kuala Lumpur, dimana merupakan Ibukota Negara Malaysia ini sekaligus titik penerbangan kami menuju New Zealand. Pilihan pertama yaitu melalui jalur darat yang membutuhkan waktu kurang lebih 4-5 jam dengan harga tiket bus kisaran 35 RM atau melalui pesawat dengan waktu hanya 1 jam saja dimana jika lagi promo bahkan bisa lebih murah dari harga tiket bus. Nah kebetulan kami mendapatkan promo air asia seharga 200rb saja dari Johor Bahru ke Kuala Lumpur walaupun tidak semurah naik bus namun dengan pertimbangan hemat waktu tentunya kami memilih penerbangan saja.

Pukul 17.40 waktu malaysia pesawat lepas landas menuju Kuala Lumpur dan tiba di Kuala Lumpur International Airport (KLIA) pukul 18.30 hanya sekitar 50 menit saja, awalnya rencana pengen bersantai di KLCC, namun jadwal bus yang agak lama akhirnya memutuskan makan malam di KLIA saja dan dilanjut nongki alias numpang wifi dan charger HP di Starbuck Cafe hingga pukul 22.00. Pukul 23.55 ontime akhirnya pesawat AA yang kami tumpangi berangkat menuju Gold Coast di Australia, untuk melakukan transit lebih kurang 1 jam sebelum melanjutkan perjalanan ke Auckland, New Zealand dengan asumsi waktu tempuh 7 jam an.

‌Pukul 9.45 pagi waktu Australia Gold Coast Kami tiba di Bandara International Gold Cost di Australia (perbedaan waktu antara Malaysia dan Gold Coast yaitu 2 Jam lebih cepat di Gold Coast). Selanjutnya kami diarahkan petugas ke pintu keluar pesawat menuju ruang tunggu transit dengan membawa serta semua barang bawaan berupa Cabin Baggage kami. Diluar dugaan ternyata barang-barang bawaan kami ternyata harus masuk diperiksa kembali oleh Customs Australia yang sepertinya begitu ketat memeriksa setiap barang bawaan penumpang, huft sungguh merepotkan padahal hanya untuk transit saja kurang lebih 1 jam akhirnya sudah habis sendiri selama 30 menit untuk mengantri di pemeriksaan. Tapi ya lumayanlah bisa berphoto ria sebentar di bandara gold coast Australia ini walaupun cuma di tempat transit, paling tidak sudah pernah menginjakkan kaki di Australia, #Maksa


Tim Expedisi Mount Cook - South Island NZ

Akhirnya perjalananpun di lanjutkan, dengan menggunakan pesawat yang sama ditambah beberapa penumpang yang baru saja naik dari Goal Coast. Pukul 16.00 waktu setempat kami tiba, melewati imigrasi tanpa ada kendala namun sedikit tertahan saat melewati pemeriksaan Customs karena negara ini sangat ketat sekali terhadap pengunjung yang membawa makanan berupa daging dan biji-bijian.

Perjalanan belum usai selanjutnya kami menuju terminal keberangkatan domestik, karena dari Auckland kami akan melanjutkan perjalanan ke Chrischurch di South Island. Pesawat dijadwalkan berangkat pukul 18.50 waktu setempat namun baru diberangkatkan pukul 20.00 dan tiba di Chrischurch pukul 21.30 shuttle bus yang telah kami pesan by online ternyata sudah menunggu kami sedari tadi, dengan badan menggigil diterpa angin malam yang sangat menusuk kami langsung bergegas menaikku shuttle bus yang lebih seperti mini bus, terang saja kami menggigil kedinginan ternyata suhu saat ini mencapai 10 derajad celcius berikut terpaan angin kutub selatan nya, brrrrr. Yup New Zealand adalah negara yang terdekat dengan kutub selatan ini menyebabkan di negara ini akan berbanding terbalik musimnya dengan negara-negara belahan bumi utara seperti Eropa, saat ini disini adalah peralihan antara musim gugur hingga musim dingin. Tidak sulit untuk sang sopir mengantarkan kami ke penginapan yang telah kami pesan sebelumnya. Setibanya di penginapan kami tidak dapat menemukan seorangpun di meja resepsionis namun hanya tertera sebuah amplop bertuliskan nama kami dan berisikan sebuah kunci kamar didalamnya, wow suatu pengalaman yang luar biasa padahal kami memesan kamar tanpa membayarnya terlebih dahulu.

Dorset House -

Dorset House
Keesokan harinya kami bangun pagi-pagi sekali diluar udara terasa dingin namun terpaan sinar matahari pagi itu membuat udara sedikit hangat. Kami menuju Apex Car Rental yaitu perusahaan penyewaaan mobil yang berada tidak jauh dari penginapan kami, dimana beberapa hari sebelumnya kami telah melakukan pemesanan online. Selanjutnya petualangan menaklukkan Pulau Selatan Selandia Baru ber mobil ria pun dimulai. 


Kota Christchurch

Tujuan kami hari ini adalah Mount Cook yang berada di Taman Nasional Aoraki Mount Cook. Sepanjang perjalanan tampak rumah-rumah penduduk tertata rapi dan bersih dan mempunyai halaman yang luas. Selang beberapa jam kemudian kami berhenti disebuah kafe di tepi jalan, didaerah Rakaia Canterbury Region, Rakaia sendiri adalah sebuah kota kecil yang berada di tepi sungai rakaia yang terkenal akan daerah penghasil salmon. Segelas coklat panas pun aku nikmati dengan begitu nikmat pagi menjelang siang itu, karena udara terasa dingin di luar sana.

Perjalananpun dilanjutnya, pemandangan selanjutnya membuat kami begitu terkesima dan tidak bisa menahan hasrat untuk memarkirkan mobil di tepi jalanan yang tampak begitu sunyi. Sejauh mata memandang tampak rerumputam hijau dengan domba-domba lucu dan mungil berlarian kesana kemari, pikiran langsung teringat dengan serial kartun "shaun the sheep" hehe. 

Langit cerah dan kulihat jam menunjukkan pukul 13.00 saat kami tiba di sebuah danau indah yaitu Danau Tekapo yang terletak di District MacKenzie. Danau ini terlihat sangat indah siang itu, cuaca terlihat cerah namun angin yang bertiup sangat kencang dan membawa udara dingin, sehingga memaksa aku memakai sarung tangan karena terasa begitu menusuk hingga ke jari-jari tangan, yang jelas pakaian lengkap plus jaket sudah digunakan sejak beranjak dari mobil hehe. Siang itu air danau tampak berwarna biru cerah dengan pemandangan jajaran pegunungan Southern Alps yang begitu memukau. Tidak terasa terlalu asik menikmati danau perut pun mulai protes dan kamipun mencari cafe disekitaran danau untuk mengisi perut sejenak.


Peternakan Domda dan Biri - Biri


Lake Tekapo

Lake Tekapo

Pass Away  - Go To Mt Cook

Setelah selesai makan, kamipun melanjutkan perjalanan kembali, yaitu menuju Mount Cook National Park, kawasan pegunungan cook karena malam ini kami akan bermalam di sana. Sekilas kamipun melihat GPS dan dari Danau Tekapo maka penginapan kami yang berada di Mount Cook National Park ini berjarak sekitar 100 an KM, bisa ditempuh dalam waktu 1 hingga 2 jam saja. Senja hari akhirnya kamipun tiba di penginapan kami yang berada di kaki mount cook ini, yaitu Mount Cook Lodge.

Udara dingin langsung menusuk kesetiap pori-pori  tubuh ini saat aku membuka pintu balkon kamar kami pagi itu, langsung tanpa aba-aba akupun segera menutup pintu itu kembali dan menyambar long jhon yang tergantung berantakan disamping tempat tidurku. Pagi itu kami sarapan seadanya saja dengan bekal mie instan. Setelah selesai sarapan dan mem packing kembali barang bawaan kami, kamipun berkeliling halaman sekitar penginapan yang berada di lembah mount cook yang sangat memukai ini. Kami kemudian mengikuti sedikit jejak salah satu icon pendaki dunia asal New Zealand, Sir Edmun Hillary, sang penakluk pertama Mt Everest ini melakukan latihan pendakian di Mt Cook ini. Yah walaupun akhirnya kami hanya sebatas menaklukkan jalur trekking Hokker Valley tapi cukup menguras keringat walaupun dicuaca yang mencapai 5 derajad celcius pagi itu.


Tim Expedisi Mt Cook



MT Cook Lodge

Lembah Mt Cook -

Lembah Mt Cook -

Lembah Mt Cook - Hoker Valley

Hokker Valley

Hokker Valley

Hokker Valley

MT Cook -

MT Cook

Setelah turun kemudian kami melanjutan perjalanan menuju kota berikutnya, yaitu Queenstown yang berjarak kurang lebih 270 KM. Kami sangat menikmati perjalanan menuju Queenstown ini karena alam di New Zealand ini sangat indah, dimulai dengan melewati jalur Lindis Pass yang berada diantara Lindis Valley yang terlihat sangat menawan di musim gugur ini dengan goresan lembah-lembah berwarna kuning yang sangat indah. Dilanjutkan kemudian kami bertemu dengan Danau Wanaka yang merupakan salah satu danau terindah di New Zealand ini. Danau wanaka sendiri dikelola dengan sangat baik dan menjadi salah satu pemukiman serta tempat wisata untuk masyarakat, kamipun siang menjelang sore itu berhenti disini menikmati danau sembari mencari makanan.


Cafe - 


Lindis Valley -

Lindis Pass

Lindis Pass

Lindis Pass


Isi Bahn Bakar

Bahan Bakar - 

Lake Wanaka
Sekitar pukul 7 malam waktu setempat dan terlihat hari mulai gelap kamipun tiba di kota sang ratu ini, Queenstown. Setelah menemukan penginapan dan meletakkan barang bawaan kamipun menikmati malam yang dingin itu dengan berkeliling berjalan kaki di kota kecil indah ini. Malam itu cukup ramai hiruk pikuk di kota ini, namun tidak hingga larut malam kami akhirnya memutuskan kembali kepenginapan karena udara dingin yang begitu menusuk semakin malam. Keesokan harinya kami menikmati sarapan pagi ditepian danau wakatipu yang berada tepat di jantung kota Queenstown ini, pagi itu cukup ramai pengunjung di danau ini. Hari sudah mulai beranjak siang saat kami akhirnya memulai perjalanan kembali menuju kota Christcurch. Namun perjalanan yang kami ambil tidaklah sama dengan perjalanan pergi kali ini kami melewati jalur utara, dimana berbeda dengan jalur sebelumnya yang bernuansa pegunungan di jalur ini kita akan menemukan pantai dan laut yang indah lalu melewai kota Dunedin serta kota Takaipu yang seperti kota mati di film-film box office saat kami mampir untuk menikmati secangkir cokelat panas diudara yang cukup hangat di kota ini. Pukul 8 malam waktu setempat kamipun tiba kembali di Christchurch dan bermalam kembali disini.


Kota Queenstown


Lake Wakatipu - Queenstown
Peternakan Sapi - 


Peternakan Sapi - 
Kota Takaipu - 


Waimate - KIA ORA


Keesokan harinya kami hanya sarapan seadanya di penginapan kemudian melanjutkan perjalanan menuju bandara Christchurch untuk melanjutkan perjalanan kembali menuju kota terbesar di New Zealand yang merupakan kota pelabuhan yang sangat indah, dan tidak lupa kamipun mengembalikan mobil yang kami sewa. Pukul 10.20 waktu setempat adalah Flight kami menuju ke Auckland, dan disini kami harus berpisah dengan salah satu rekan perjalanan kami karena dia akan melanjutkan perjalanan ke kota lainnya yaitu Wellington.

Go To Auckland...



26 comments:

  1. Replies
    1. @Ahmadi Sultan, Makasi bg ia bg negara yang menikmati sinar matahari pertama hehe GMT +13

      Delete
  2. Replies
    1. @Batam Event, hehe ia mas kerenn banget, ayo mas ajak keluarga maen kesini hehe

      Delete
  3. kereen bangettt, semoga aku bisa sampe ke NZ juga. amin

    ReplyDelete
  4. beruntungnya dirimu bisa menikmati keindahan alam negeri orang...asli bagusss banget ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. @May Sarah, hehe Alhamdulillah ya kak, semoga kakak bisa maen kesini juga

      Delete
  5. Keren Mas Asad..... Jadi mupeng.... belum pernah ke sana.... Habis berapa Mas Asad, totalnya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Sri Murni, hehe ia makasi mba menix, ia mba keren banget negaranya juga friendly dan aman maen lah kesini mba ajak kelaurganya hehe

      Delete
  6. 5 derajat celcius yaa. gak kebayang dinginnya. brrrrrrr......

    ReplyDelete
  7. Keren banget..bisa kesana gak ya, secara cuti masih kembang kempis.

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Yulia Marza, hehe Amin mba, semoga segera bisa maen kesini mba kerennn pokoknya

      Delete
  8. wiih abang ini jauh kali mainnya sampe kesana sana yahh .. top bangg juara

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Lebah Gougle, hahaha makasih guh, semoga bisa maen kesini juga guh

      Delete
  9. Mupeng bangeeeet! Jadi inget dibikinin video ama Mukhlis & Asad.. Nyebut nama blogku salah2 pulak hahahaha

    ReplyDelete
  10. iiiiiiiiiihhhh, super duper keren pake banget. Mau kesana tapi kapanlah.

    ReplyDelete
  11. Replies
    1. @Adi Kurniawan, pakai SIM Internasional mas

      Delete
    2. sim international yg diurus di jakarta ya

      Delete
    3. @Adi Kurniawan, yup bener banget mas di Jakarta bisanya dan mudah koq

      Delete
  12. View pegununganya keren sekali :D
    Masya Allah...

    ReplyDelete
  13. Hai Kak Asad! Salam kenal. Lagi lihat-lihat cerita tentang New Zealand terus nyasar ke blogmu. Duh negara ini impianku banget sejak dulu. Beruntung sekali sudah ke NZ yaaaaaaa :D Visa nya gimana Kak? Kamu kan tinggal di Batam. Ribet nggak tuh ngurusnya?

    ReplyDelete
  14. @Satya Winnie, Hai hai hai wah makasih ya, semoga bisa segera kesana ya , NZ keren banget pokoknya hehe. Visanya klo di Batam gampang koq tinggal kasih data saja ke Travel diurusin sama mereka, biayanya cuma lebih mahal 200rb an aja dari harga visa aslinya. Untung kan dari pada harus ngongkos sendiri ke Jakarta hehe

    ReplyDelete

Anyone can give the idea, information or question
Dont Be Shy.....