Our social:

Adventure | Traveler | Challenge | Lifestyle

Monday, June 03, 2013

Kisah Perjalanan - Film Laura dan Marsya

Terinspirasi dari sebuah film yang bertemakan perjalanan jadi kangen juga menyibukkan jemari ini di tuts-tuts laptop, kayak mesin tik aja. Baiklah buat yang penasaran atau yang sudah tau film nya juga gpp kan baca lagi.

                 Film ini bercerita dan mengisahkan tentang karakter  yang di bangun bernama Laura (diperankan oleh Prisia Nasution), tidak pernah terpikir oleh Laura untuk melakukan travelling (Padahal doi kerjanya di biro perjalanan loh, alias lapak jualan tiket sama penyedia jasa tour n travel gitoeee..red) apalagi sejak doi menjadi single parent untuk putri satu-satunya itu. Marsya (diperankan Adinia Wirasti)…siapakah Adinia Radisti, bagi yang belum tau sedikit bocoran info si doi dulu pernah main di film AADC, pastinya tau dunkz film apa itu, untuk informasi lebih lanjut silahkan tanya mbahh (#pecintagooglingsejati…huft).
Mereka berdua ini sahabatan (kayakkkkkkkk ulat dan kepompong – duh ngelanturr) lanjut…., kalo dilihat dari dialog-dialog film nya mereka ini sudah sahabatan sejak lama nih, sejak masa-masa sekolah tentunya, pastinya, yoi bro…Nah seperti sudah saya jelaskan sekelip mata tadi, jikalau Laura ini bekerja di biro…bla bla bla…dah tau kan, dan di Marsya ini kalo menurut film ini adalah seorang penulis buku travelling gitoe deh.
                Nah berawal dari keinginan Marsya untuk melakukan perjalanan keliling Eropa (keterlaluan deh bagi yang gak tau eropa – liat di globe sono) yang mana tujuan perjalanannya itu sih untuk mengenang 2 tahun kepergian ibunya, by the way n anyway koq buat dikenang yah, kayaknya sih doi dulu pernah lah punya rencana buat melakukan perjalanan itu dengan ibunya (menurut gue sih), namun sayang sang bunda telah lebih dulu menghadap sang pencipta (hiks…sampai meneteskan airmata penulis nih…tisueee mana tisueee). Lalu Marsya pengen ngajak si sahabat nya ini (Laura dunkz…) untuk bersama-sama melakukan perjalanan ini (barangkali buat pengganti ibunya x yah), lalu secara mentah-mentah tentu saja pemirsahh di tolak dunkz oleh Laura, yah namanya juga single parenn alias orang tua tunggal lebih mengutamakan keluarga dunkz n alasan juga budget alias dompet belum tersedia (belum tebal gitu deh), namun sang Marsya bukanlah seorang gadis yang gampang menyerah, dia adalah seorang gadis yang periang, tomboy, dan berani tentunya wah.wah.wah.

Namun pada suatu ketika di suatu hari akhirnya setelah musibah yang menimpa Laura (kecelakaan di depan lapak nya .red) tapi sudah sembuh nih ceritanya, akhirnya Marsya menyetujui melakukan perjalanan itu. Lah terus kalo Laura pergi travelling sang putri siapa yang jaga, duh kasihan ditinggal bunda hiks. Tapi tenang pemirsah mereka kan tinggalnya tidak berdua aja, mereka tinggal bertiga dengan ibunya Laura alias neneknya sang putri Laura. So no problem dunkz di tinggal sang putri biar main sepuasnya bersama neneknya itu.

                  Cerita punya cerita akhirnya sampailah mereka ketujuan pertama mereka yaitu….Amsterdam (nih ibukota Belanda…mosok gak tau sih). Nih mereka trevelling dengan gaya on budget loh alias sehemat-hematnya (gue bangettttt……). Laura mempunyai sifat yang boleh dikatakan sangat berlatar belakang dengan Marsya, tapi mereka ini udah lama sahabatan, udah tau kan tadi tuh penjelasannya diatas, namun yah ituuu perbedaan terkadang malah membuat persahabatan itu semakin erat ikatannya yah tapi tentu saja di bumbui dengan segala macam bentuk pertengkaran yang cetar membahana. Laura menetapkan segala aturan-aturan dan rencana-rencana perjalanan yang mestinya pantang di larang olehnya maupun si Marsya, namun si Marsya nih emang anaknya gampangan mengiyakan sih, padahal gak ngeh poen nth apa yang diiyakannya itu. Laura nih selalu segala sesuatu di buat planning nya dan harus di patuhi, nah kalo Marsya, biarlah segala sesuatu berjalan sesuai apa yang terjadi waduh..pusing juga lah jadinya si Laura kalo gini ceritanya, akhirnya pertengkaran kecil-kecilan pun terjadi dan memuncak tuh pada saat di Marsya mengajak seseorang yang baru dikenalnya untuk ikut dan menumpang di dalam mobil sewaan ….haaaaaaaaaaa mobilllll, koq ..(gini ceritanya permirsah ternyata mereka ini sewa mobil buat perjalanan mereka di belanda ini – tp mobil yg on budget sih) entahlah maunya meraka sih gitu sewa mobil. Laura tentu saja tidak setuju dunkz takutnya kan kalo rampok gimana, bisa berabe dunkz tapi mau gimana lagi di Marsya udah ngajak tu orang, gak enak kan kalo mesti diusir gitu aja, duh dengan terpaksa akhirnya Laura setuju deh.

Namun perjalanan tidaklah semulus yang di rencanakan, masalah demi masalah pun mereka hadapi, kebanyakan masalah disebabkan oleh Marsya sih, namun gak semua sih, Laura juga ada salahnya tuh namun itulah uniknya perjalanan mereka nih, oh yah akhirnya penumpang yang mereka bawa tadi akhirnya diturunkan loh ditengah jalan, eh gak deh di pom bensin maksudnya, karena ketidakjujuran membawa petaka tuh, tapi malah petaka demi petaka juga menimpa doi berdua nih jadinya. Namun disetiap kesulitan yang mereka hadapi Marsya nih selalu aja ada ide dan bisa membantu serta memecahkan masalah, luarrrrr biasa lah pokoknya si Marsya nih, spirit banget (padahal masalah hidup nya begitu berat, doi bukan saja kehilangan sang bunda tapi juga kehilangan harapan untuk mempunya anak, kenapa..karna doi mengidap kanker rahim dan ujung-ujungnya operasi dan rahimpun harus diangkat,,hiks) namun Marsya ternyata juga mempunyai permasalahan hidup yang lumayan berat juga loh (sang suami alias bapak sang putrid semata wayangnya itu tiba-tiba pergi meninggalkannya begitu saja tanpa kejelasan), namun akhirnya terungkap sudah alasan lain Laura untuk menyetujui perjalan ini, kenapa begitu, ternyata sebelum melakukan perjalan ini 

           
Laura menerima sebuah kartu post x yah, yang menunjukan jikalau sang suami ada di benua ini alias Eropa, tentunya bikin penasaran dan Laura pengen tau dunkz apa yang sebenarnya terjadi, ternyata persabatan yang telah terjalin sejak masa-masa sekolah ini tidak menjamin buat mereka berdua untuk saling terbuka loh, malah pada saat inilah yaitu saat mereka melakukan perjalanan ini akhirnya memaksa mereka untuk saling terbuka, begitu besar peran masalah dan perjalanan untuk membuat manusia menjadi lebih bijak lagi, bener juga kata orang-orang saat berada di gunung alias mendaki gunung, saat kita keluar dari nyamannya kita, saat itulah akan terlihat aslinya kita, namun baik itu baik atau buruk, namun itulah kita dan harus diterima serta tentunya wajib di perbaiki dong, untuk membuat kita menjadi manusia yang lebih bijaksana lagi, tidak hanya menjadi seongok daging yang bisa berjalan.

Kembali ke cerita Laura dan Marsya yah…pokoknya begitulah dengan melakukan perjalanan dan dengan masalah-masalah yang mereka hadapi inilah membuat mereka menemukan apa yang sebenarnya mereka cari, pencarian arti sebuah cinta, makna hidup dan makna dari sebuah perjalanan yang sebenarnya.


Hidup tuh singkat banget, kematian bisa dateng kapan aja dan gue gak mau mati sebelum ngewujudin impian gue
- Marsya -

Alam semesta itu akan selalu memberikan apapun yang kita butuhkan pada waktunya.
- Marsya -

Semua pengalaman pasti berharga, pasti ada pelajarannya. Mendingan sekarang lo tidur dulu, istirahat biar pikiran lo enak, pikiran lo fresh. Karena pada saat kita fresh, kita bisa tahu apa yang kita mau "
- Marsya-

Pada saat lo sudah nggak punya apa-apa lagi, berarti sudah nggak ada lagi yang bisa hilang dong? Jadi lo bisa benar-benar bebas melakukan apapun.
- Marsya -






"Laura dan Marsya"

Director    : Dina Jasanti
Producer   : Leni Lolang
Penulis      : Titin Watimena
Negara     : Jakarta, Amsterdam, Innsbruck, Bruhl, Verona, Venice



0 comments:

Post a Comment

Anyone can give the idea, information or question
Dont Be Shy.....